Novel Baswedan : Terima Kasih Presiden Jokowi yang Bantu Pengobatan Saya

Ilustrasi

Oleh : Muhanto Hatta

Penyidik KPK Novel Baswedan menyampaikan ucapan terima kasih pada masyarakat Indonesia yang mendoakan kesembuhannya.

Novel harus menjalani perawatan mata selama berbulan-bulan di Singapura akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Ucapan terima kasih secara khusus dia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Pernyataan Novel tersebut disampaikan melalui video yang diunggah Ketua PP Pemudah Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak di akun Facebooknya, Rabu (21/3/2018).

"Juga kepada bapak Presiden Joko Widodo yang telah membantu pengobatan saya selama di Singapura," ujar Novel dalam video tersebut.

Selama di sana, Novel menjalani beberapa tahapan operasi. Terakhir, pekan lalu, Novel menjalani operasi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan selaput di matanya.

"Sekarang setelah berhasil operasi kemarin, mata saya sudah ketutup selaput walaupun butuh recovery," kata Novel.

Namun, Novel masih harus menjalani operasi utama setelah selaput di matanya sudah terbentuk sempurna. Sambil menunggu pemulihan, rencananya Novel akan kembali ke Indonesia pada Kamis (22/2/2018).

"Oleh karena itu, mengingat jadwal operasi belum selesai dibuat, maka saya rencanakan untuk kembali ke Indonesia segera. Besok insya Allah," kata Novel.

Meski begitu, kondisi mata Novel belum sembuh betul. Mata kanannya memang cukup stabil, tapi mata kirinya belum bisa melihat sama sekali.

Nantinya Novel juga masih harus bolak balik ke Singapura untuk kontrol kondisi matanya dan persiapan untuk operasi utama.

Wajah Novel Baswedan disiram air keras seusai menunaikan shalat subuh berjemaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017.

Seusai mendapat serangan, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras ternyata tak cukup ditangani di Indonesia. Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura.

Pada 17 Agustus 2017 lalu, Novel menjalani operasi pertama di Singapura.

Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap Novel belum juga menemukan titik terang. Setelah lebih dari sepuluh bulan sejak penyerangan dilakukan, polisi belum juga menetapkan satu pun tersangka.

Sumber : Status Facebook Muhanto Hatta

Thursday, February 22, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: