Nonton Drakor n Joget Haram

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Kemaren sore ngantar Anak Wedok nonton Arek2 Korea. Kali ini bukan hanya nonton Drakor, Drama Korea, via 'streaming' atau yang ada di tipi, yang cuma 'dua dimensi'. Tapi nonton konser 'Day-6'. Boy Band asal Seoul Korea Selatan. Jadi ini tontonan 'Korea' dalam format 'tiga dimensi' . . .

Kalau Drakor yang dua dimensi saja haram, apalagi konser. Tentu haram-nya sudah pol. Haram jadah ! Katé Orang Betawi baheula . . .

Namun apa komen para 'Milenial', yang kebanyakan para wanita muda belia ? 'Fatwa' haram seorang 'ngustat' tentang Korea itu ?

"Gak ngurus ! No Rèkên !"

Nyatanya memang konser Day-6 bertajuk 'Gravity' yang berlangsung 2 hari di Tennis Indoor Senayan ini ramai penonton. Para 'MyDay', kumpulan para penggemar Day6. Tiket yang nyaris habis, sudah dipesan jauh2 hari. Dan 'makelar', 'tukang cathut' pun berpesta . . .

Anak Wedok juga sudah pesan dari Ustrali sana. Itu pun cari yang harga murah, sudah habis. Nego pada kami, saya dan Nyonya, untuk bisa beli kelas yang lebih diatas. Artinya lebih mahal. Itu juga dapat yang hari konser kedua.

Ya sudah . . .

Diantara para penonton banyak juga yang tampil 'syar'i'. Begitu banyak, nyaris seperti 'lautan jilbab'. Bukan datang ke majelis taklim, tapi nonton 'tontonan haram'. Bahkan ada beberapa yang cuma nikmati suasana dari luar. Cukup puas berfoto dengan poster . . .

Yang lebih apik dan lucu lagi, banyak nonik2 'Asèng' dengan 'Non-Aseng' saling bantu foto2an. Pokoknya kompak. Asèèèèk . . !

Terima kasih Day6, kalian telah sudi buat konser 'Persatuan'. Konser Perdamaian . . .

Saya bener2 senang lihatnya. Anak2 muda tak lupa rayakan 'Kebebasan Berpikir'. Pinjam istilah 'Gus' Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan. Dekati dan pelajari semua 'sumber'. Ambil yang baik, singkirkan yang ndak cocok.

Korea Selatan ini, tahun 1950-an dulu, masih miskin dan 'ndak pinter' kayak kita. Sekarang sudah jadi raksasa ekonomi dan teknologi dunia . . .

Tapi omong2, benar kah para belia 'syar-i' rayakan 'Kebebasan Berpikir' ? Suka pada budaya yang jernihkan rasa. Selami seni yang haluskan budi ?

Jangan2 hanya bertindak seperti 'teman2' mereka yang tour ke candi Borobudur, yang dipercaya buatan Nabi Sulaiman ?

Mereka lihat konser 'Gravity Day6' cuma karena percaya, itu musik berasal dari lagu2 untuk menghibur Ratu Sheeba, yang nggubah, yang nulis 'partitur'nya juga, ya si 'Soleman' . . .

Kalau benar begitu, berarti mereka generasi 'ambyar'. Yang cuma layak untuk dijogeti . . .

Selamat bersuka-ria nikmati kebebasan ber-Pikir, ya Nak . . .

Thursday, December 5, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: