Non Verbal Jokowi

ilustrasi

Oleh : Harry Xiao

Banyak orang mempersoalkan kata. Tetapi saya memilih untuk memperhatikan yang tak terucap. Karena yang tak terucap itu jauh lebih murni dan jujur. Yang tak terucap itu keluar dari bawah sadar manusia.

Yang tak terucap itu adalah non verbal.

Manusia bisa berkata-kata dengan kecepatan 100-120 kata per menit. Tetapi otak manusia bisa memikirkan 1000 kata per menit. Artinya, banyak kata-kata yang tak sempat terucap atau sengaja tak diungkap.

Apakah kata-kata yang tak terucap itu hanya tersimpan di dalam pikiran ? Tidak. Kata-kata yang tak terucap itu tetap membutuhkan saluran keluar, dalam bentuk ekspresi, gestur, rona wajah, bahkan kedipan mata.

Kata-kata atau bahasa verbal bisa dihafalkan dan dilafalkan, tetapi non verbal sangat sulit untuk dikendalikan. Bahkan bagi seorang aktor peraih Oscar sekalipun.

Mengamati gestur Pak Jokowi sangatlah menarik.

Saya sudah mengamati sejak 2014 ketika beliau pertama kali mencalonkan diri. Saat itu saya melihat gestur beliau sebagai seorang pria yang sederhana, tenang, tidak terlalu banyak bicara, dan jujur.

Pandangan matanya yang tajam dan cenderung ke arah bawah, suaranya yang lambat dan dalam, ditambah hobi blusukannya menandakan beliau seorang kinestetik, yang suka bergerak, bekerja, dan menghasilkan karya, dibanding sekedar retorika.

Bagaimana dengan Pak Jokowi di tahun 2019 ?

Dalam selang waktu 5 tahun, saya tidak melihat banyak perubahan dalam gestur Pak Jokowi. Ia masih sosok bersahaja, terbuka, tak banyak bicara, dan terus bekerja. Kalaupun ada sedikit perubahan agresivitas beliau dalam pidato kampanye dan debat capres, itu adalah akibat dari kegeraman yang ditahan menghadapi fitnah dan cerita bohong yang diciptakan oleh musuh-musuhnya selama ini. Namun Pak Jokowi tak bergeming. Ia tabah dan kuat.

5 tahun menjadi orang nomor satu di Indonesia tak mengubahnya menjadi sosok jumawa. Itu adalah pertanda kemapanan dan kematangan seorang Jokowi.

Perubahan yang kita semua lihat dalam 5 tahun kinerja Pak Jokowi adalah prestasi demi prestasi yang terus dia torehkan, mulai dari sektor ekonomi, kelautan, pertambangan, pendidikan, hingga pariwisata. Kita semua menyimak pengakuan demi pengakuan dari berbagai negara hingga pencapaian medali emas terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games. Lengkap sudah rapor kinerja beliau sebagai presiden Republik Indonesia.

Satu lagi...

Kalau Anda ingin menilai prestasi seorang pemimpin, lihatlah juga gestur tim yang dipimpinnya.

Saya melihat kabinet Presiden Jokowi seperti sekelompok manusia yang bekerja dengan hasrat dan keriangan. Mereka bahagia, mereka kompak. Setiap kali membaca gestur para menteri, selalu nampak wajah yang bekerja, wajah yang gembira.

Pada akhirnya, saya tetap akan memilih Pak Jokowi untuk menuntaskan pekerjaan yang telah dimulainya 5 tahun lalu.

Saya ingin punya seorang presiden dan pemimpin yang benar-benar bisa dibanggakan, setidaknya untuk lima tahun ke depan. Saya ingin melihat Indonesia yang semakin berdaya dan berjaya dalam lima tahun ke depan. Dan saya yakin, bersama Pak Jokowi kita bisa !

#harryxiao #2019tetapjokowi #jokowiduaperiode

Sumber : Status Facebook Harry Xiao

Friday, March 1, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: