No Recharge, No Refuel

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Kemarin saya sudah menulis tentang mineral yang dibutuhkan untuk Era Lithium. Dan itu ada di Indonesia.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1090101191383741&id=100011516113440

Kali ini saya akan menjelaskan pertanyaan kritis dari seorang kawan. Bahwa siapkah kita dengan Era Lithium ini? Mulai masih tingginya resistensi alih teknologi dari tenaga ahli China (penolakan TKA), sampai kesiapan metode dan infrastruktur untuk kebutuhan isi ulang (Recharge) mobil listrik bertenaga Battre Lithium itu.

Oke, saya akan mengajak untuk "mengintip" masa depan tentang energi melalui Sambungan Internasional Langsung Ilmu Telepati (SILIT). Akhirnya saya malah memprediksi bahwa kendaran listrik di masa depan justru tidak membutuhkan Isi ulang dan bahan bakar juga tentunya (No Recharge No Refuel). Ah, pasti banyak yang menganggap ini adalah hayalan tingkat tinggi! Hehehe...

Tahukah kita bahwa saat ini diam-diam banyak negara yang melakukan riset untuk menciptakan PLTMn (Pembangkit Listrik Tenaga Magnet) yang juga bisa diaplikasikan untuk mobil? Invinity SAV Team di Korsel, Wasit Kahloon di Pakistan, Lab Micasa di Swiss, Muammer Yildiz di Turki, Troy Reed di Oklahoma AS, Univ Pernik Bulgaria, dan banyak juga di tempat lain termasuk di negara kita Indonesia.

Prinsip kerja PLTMn adalah dorongan dan tarikan kutub magnet yang akan membuat rotor tetap bergerak (dengan sendirinya) hingga menghasilkan listrik bebas dan dapat disimpan dalam battre. Termasuk nantinya akan disimpan di dalam Battre Lithium Mobil Listrik. Itulah kenapa saya memprediksi tidak akan lama lagi akan tercipta sebuah teknologi Beyond Lithium entah apa namanya. Bisa jadi nanti akan disebut sebagai Teknologi Quantum.

Nah sekarang pertanyaan yang sama sebagaimana pada Lithium. Mineral apa saja yang dibutuhkan dan di mana memperolehnya?

Jika Lithium menggunakan bahan baku Nikel, Energi Quantum ini membutuhkan mineral2 LTJ (Logam Tanah Jarang) yang lebih rumit dan langka. Diantaranya adalah Y, La, Ce, Pr, Nd, Gd, Sc, Sm, Eu, Dy dan lain-lain. Dan yang mengejutkan lagi, aneka mineral ini adanya di sini. Ya! Di Tanah Air kita, Indonesia. Itulah kenapa Jokowi berencana akan menghentikan ekspor mineral mentah kita. Dan sebagai konsekwensinya, langkah itu akan diiringi dengan kegaduhan sampai isu pemakzulan

Jadi, bersiap-siaplah menyongsong masa depan era Energi Baru dan Terbarukan ini. Dan sekali lagi, Indonesia yang akan menjadi Mercusuarnya.

*FAZ*
#SILIT

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Thursday, July 23, 2020 - 19:30
Kategori Rubrik: