Nikmat Mudik Mana Lagi Yang Hendak Kau Dustakan

ilustrasi
Oleh : Nophie Kurniawati
 
Selama 5 tahun terakhir dengan berbagai upaya, dari mulai pembangunan infrastruktur jalan baik tol maupun non tol, pemerintah sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam penanganan event tahunan, mudik. 
Catat ya, ini EVENT tahunan Mudik, bukan EVENT tahunan BANJIR. 
 
Perjalanan makin lama makin lancar. Angka kecelakaan makin turun. Disatu sisi, harga sembako dari sebelum ramadhan sampai menjelang lebaran, relatif sangat stabil. Kenaikan di beberapa item juga tidak significant. Terakhir saya membeli daging sapi, hanya naik 5 ribu dari awal ramadhan sampai sehari menjelang lebaran. Harga beras bramu yang biasa saya komsumsi malah turun 500 rupiah. 
 
Masih ada kekurangan dari semua upaya ini. Tentu saja. Kalau tidak ada kekurangan ya bukan manusia. Kekurangan yang ada harus dievaluasi dan diperbaiki dimasa mendatang. Masih ada waktu 5 tahun buat Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya untuk berbenah lagi. Tapi kemajuan yang dicapai dari sejarah 10 tahun lalu sudah sangat luar biasa. 
 
Upaya contra flow di jalan tol, itu mungkin baru pertama dilakukan. Meski di nyinyiri oleh profesor dungu, toh upaya itu dinikmati oleh para pemudik dengan sangat nyaman. 
 
Untuk event mudik tahun 2019 angka kecelakaan tercatat turun drastis. Ingat, ini baru dari arus mudik. Belum aris balik. Meski demikian, angka kecelakaan yang terus menurun dalam 5 tahun terakhir juga merupakan hasil upaya yang layak diapresiasi. DPR pun harus memberikan apresiasi karena faktnya memang itu suatu pencapaian yang bagus. 
Oknum anggota DPR yang tidak jelas apa pekerjaannya, yang biasanya rutin mencela pun terpaksa tidak punya bahan, sehingga daripada malu, maka terpaksa mengatakan bahwa itu semua memang tugas pemerintah. 
Nah, kalau memang itu sekedar hanya tugas pemerintah, artinya pemerintah yang sebelumnya belum melaksanakan tugas. Bukankah begitu logikanya?. Eh iya lupa, dia khan tidak punya logika. 
 
Issue ekonomi sulit juga dengan sendirinya terbantah. Kenapa ?. Harga sembako stabil. Pasar selalu penuh. Mall juga sama. Bahkan selama ramadhan, resto2 di hotel, di mall, cafe2, warung2 makan, sampai warung kaki lima selalu antri. Bahkan banyak yang sulit untuk sekedar mendapatkan tempat parkir. Keluhan tentang harga sembako yang mahal sudah tidak adalagi, maka yang muncul adalah keluhan harga tiket pesawat. Itu sesuatu yang luar biasa. Apakah semua sudah naik kelas?. Yang selama ini mudik naik kereta, naik bis, naik kapal sampai naik motor sudah ganti naik pesawat ?. 
 
Anehnya, ketika pemerintah merespon keluhan tentang mahalnya harga tiket pesawat dengan rencana mengundang maskapai asing untuk mengudara di trayek lokal, ada lagi oknum anggota DPR yang tidak jelas sudah berbuat apa untuk negara ini, tiba2 nyolot bahwa itu adalah upaya chinaisasi. Padahal penunjukan pun belum ada. Entah apa yang ada dalam kepalanya. Apa semacam jamur atau malah kosong. Kalaupun benar maskapai itu dari China, Apakah dia tidak tahu bahwa menurut Pak Prabowo Subianto , China Penting bagi Indonesia, Hubungan Harus Ditingkatkan ?
 
Akhirnya di hari ketiga lebaran kali ini, saya ingin mengucapkan, selamat idul fitri. Mohon nastar dan kastengelnya. Semoga kita semua kembali ke rumah masing2 dengan selamat.  
 
#NK 
 
 
Sumber : Status Facebook Nophie Kurniawati
Saturday, June 8, 2019 - 16:00
Kategori Rubrik: