Nikita Hadapi Sendiri Gerombolan FPI

ilustrasi

Oleh : Irfan

Si janda yang dimaki 'lonte' telah membuka jalan pada 'ketegasan' negara yang selama ini melunak pada aksi mulut barbar dan kotor dari seseorang yang balihonya dijadikan 'sesembahan' baru

Diamnya aparat bukan karena takut dan lembeknya pemerintah bukan pula karena gentar oleh hanya seorang 'tukang obat' kata si janda

Tetapi sebab karena 'Jokowi' terlalu tinggi rasa kemanusiaannya sebagai kepala negara, meskipun hancur lebur pribadi dan keluarganya dihina-hina dan difitnah-fitnah oleh kelompoknya si 'tukang obat'

Hingga semua itu akan ada batasnya untuk tak selamanya bisa terus bersabar, membiarkan aksi norak dan kampungan dari gerombolan si 'tukang obat' ini

Karena selama ini mereka selalu dibiarkan bisa berbuat semaunya yang seolah-olah dapat mengatur hidup orang lain dan juga mengatur-ngatur negara ini seperti layaknya bang jago

Dan si bang jago akhirnya kena semprot si janda saat kembali dari negeri onta yang mampu memberikan energi positif untuk menyadarkan... "Bahwa sabar itu ada batasnya.."

Ketika si janda bilang 'tukang obat', kemudian dimaki 'lonte', hingga ada doa 'umur pendek' buat kepala negara, lalu disambung ceramah 'penggal kepala', akhirnya baliho yang dijadikan berhala dihancurkan seperti dalam kisah Nabi Ibrahim

Sedangkan di tempat lain yang selalu dijadikan markas dimana mereka selalu nongkrong dan berkumpul sambil ngeghibah, tiba-tiba ada yang berteriak... "Kacau... Kacau..!!"

Maka itu akan menjadi awal tanpa akhir dari cerita duka yang teramat dalam, hingga sakitnya tuh sangat pedih bagi para kadrun pemuja baliho...

Sumber : Status Facebook Irfan

Monday, November 23, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: