Niat, Membuat Kita Berhasil

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Dulu pak Jokowi beda pendapat dengan Bibit Waluyo, soal lahan bekas pabrik es Saripetojo di Solo. Pak Jokowi sebagai walikota seperti anak melawan bapak. Pak Jokowi ingin memnggunakan sebagai pasar tradisional. Pak Bibit mau bangun Mall. Jokowi pernah dibilang sebagai Walikota bodoh. Warga Solo marah atas 'penghinaan' ini.Suatu saat Jokowi mendatangi pak Bibit di kantor gubernur di Semarang untuk membicarakan masalah tsb.

Jokowi tetap hormat ke gubernur Jateng itu meski sempat dihina.

Jokowi terlihat tertangkap kamera sungkem ke pak Bibit meski dia sudah terpilih jadi gubernur DKI.
Siapa menyangka orang yang pernah dihina itu lalu jadi gubernur di ibukota dan melejit jadi presiden.

Ada orang2 yang begitu pongah menekan seseorang, menghancurkan karirnya dengan alasan mulia: menista agama. Banyak orang baik ikut2an mendukung gerakan menekan dan menghancurkan itu sebagai bagian dari jihad. Mereka rela meninggalkan kantor, beli tiket pesawat, bayar hotel sendiri demi jihad.

Hati mereka yang paling paham dan tahu. Perbuatan tergantung niatnya. Dua orang berada pada event yang sama, bisa beda niatnya. Niat itulah yang menentukan hasilnya. Hanya diri sendiri yang bisa merasakan. Jika berada pada pihak yang benar nggak perlu ketakutan. Wong yang satu mainnya fair, nggak menekan, nggak mengancam.
Alam itu adil, tidak pernah bohong. Semua tindakan akan ada risikonya, tidak usah nunggu di akherat, di sini sudah akan ada.

Sumber : Status Favebook Budi Santoso Purwokartiko

Tuesday, November 19, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: