Ngeri, Partai Sapi Darurat HTI

Oleh: Afa Muafa

Silakan saja kalau mau tidak percaya tentang teroris ISIS dan organisasi terlarangHTI di belakang partai sapi. Tapi hasil survei mengatakan, dua dari tiga  pendukung partai kumpulan sapi adalah simpatisan organisasi terlarang HTI yang ingin mengganti dasar negara dengan khilafah. Survei juga menunjukkan 70 persen pendukung partai sapi adalah anggota organisasi terlarang HTI. Dengan kata lain  partai yang ada saat ini sudah disusupi HTI dan ISIS yang berbahaya. Jelas partai ini sudah tidak sesuai semangat awal berdirinya yaitu untuk dakwah Islam.
 

Jadi begini: organisasi impor yang sudah dilarang di banyak negara dan akhirnya juga di Indonesia, serta teroris ISIS tidak punya kendaraan untuk mencapai misinya. Maka kemudian mereka butuh menumpang ke kendaraan lain. Dan partai sapi adalah satu-satunya yang menyediakan diri.

 

 

Tak ayal, partai sapi ini dinilai paling cocok menjadi rumah yang menampung orang-orang dari organisasi terlarang HTI. Mau bukti? Model aksi dan agitasi yang dilakukan selalu memakai cara yang sama. Para aktivisnya pun sulit dibedakan. Bahkan dalam satu aksi sering terlihat dua panji organisasi ini berkibar bersamaan. Lalu lihatlah bagaimana gerombolan sapi begitu kencang mengangkat laten PKI tapi tak pernah mengangkat laten DI-TII. Padahal keduanya sama-sama kejamnya dan juga sama-sama pernah memberontak di masa lampau.

Gerombolan yang sama begitu kencang menolak UU pembubaran HTI. Lebih parah lagi mereka bahkan UU terorisme. Kader-kader partai ini di media sosial bahkan secara vulgar acap kali menyatakan dukungan terhadap teroris. Ingat kasus drama ketika tahanan teroris ngamukdan membunuh 6 polisi di Mako Brimob? Mereka justru membela teroris secara membabi buta. Mereka pun secara keji membalikkan fakta, malah menuding bahwa aksi-aksi teror itu settingan yang dilakukan penguasa. Maklumlah, berbuat  fitnah dan menyebar hoax memang menjadi mekanan mereka sehari-hari.

Maka kloplah sudah yang mereka lakukan dengan misi HTI, yaitu menghancurkan dan membubarkan Indonesia. Dan baru-baru ini gerombolan yang sama beramai-ramai melarang vaksinisasi (dengan gerakan antivaks/ antivaksin). Tujuannya agar rantai penyebaran penyakit tetap ada, sehingga anak Indonesia tidak sehat.

Dengan kondisi yang rapuh mereka berharap bangsa ini gampang dilumpuhkan. sedangkan referensinya pun postingan hoax, tentang “dokter” luar negeri yang mengatakan bahaya vaksin. Padahal itu semua jauh dari fakta. “Dokter” itu adalah tokoh fiktif, seorang aktor berpakaian putih. Begitulah kualitas mereka. Begitu gampang menelan hoax. Informasi ditelan mentah-mentah dan dianggap benar asal dibungkus dengan isu agama. Begitu gampang orang-orag itu mengikuti sebuah anjuran asal dari oknum kelompok yang sama, tanpa daya kritis sedikit pun. Agama baru dimaknai  sebatas dogma, bukan ajarannya. Maka tak heran mereka pun gampang disusupi ideologi organisasi terlarang HTI dan paham terorisme ISIS.

Sunday, September 16, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: