Nge-Lockdown

Oleh: Prayitno Ramelan

 

Kata lockdown kini jadi kontroversi pro dan kontra. Orang kita sibuk, gemas dan takut dgn lelembut yg tidak kasat mata bukan hantu pocong tapi Convid-19. Kl hantu, jin mungkin bisa mikir, tapi lelembut ini yg lebih kecil dari se-upil benar2 jahat, mengerikan. Mampu meneror dunia, presiden hingga rakyat kecil. Yuk, mari kita bahas2 dikit.

Kebijakan karantina wilayah (lockdown) baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah, misalnya, adalah kebijakan pemerintah pusat. Sampai saat ini, kita belum ada kita pikiran ke arah itu. Yang perlu dilakukan adalah penerapan pembatasan sosial (social distancing), yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak, dan mengurangi kerumuman orang (Presiden Jokowi).

 

Faktanya, Senin pagi di Jkt terjadi jejalan massa penumpang Trans Jakarta, MRT krn beberapa rute dikurangi termasuk intervalnya. Setelah sekolah diliburkan dan sbgn pegawai kerja dari rmh, ternyata calon penumpang masih banyak. Perhitungan Gubernur DKI meleset, Anies yg tadinya mulai dipuji krn langkah berani beda dgn presiden, dg kejadian penjejalan penumpang kembali di- bully
netizen. 

Makian keras jilid dua keraaas stlh jilid satu mslh banjir. Besok kabarnya trayek TransJakarta, MRT dikembalikan lagi back to normal. Ini krn takut di bully atau mikir masyarakat? Kata teman yg pintar, utk memperlebar jarak org perorang spy tdk tertular Corona, mestinya TransJkt justru diperbanyak 8 kali, ini malah dikurangi, jadi tidak cerdas kata Mbak Dewi. 

Nah, info khusus, sesuai arahan presiden utk membatasi mobilitas, Pray empat hari ngarantina di rumah dgn Uti, dan Dewo cucu. Maklum sdh 72 th plus, ya biar tenang menghindari. Kompakan dgn cucu yg diliburkan , berdua olahraga bersama, treadmill, basket dan renang. Jagoan ini baru 14 th, kls 2 smp, tinggi 173 cm. Dia gembira skl ditemani Kekong. 

Inilah bbrp dokumentasinya. Happy2, enjoy di rumah, walau kadang agak boring. Besok renang lagi ya Kung... jawabnya ya okeh! Sambil deg2an, smg yg suspect virus tdk membludak deh, Aamiin...

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Friday, March 20, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: