Ngamuk Berjamaah

ilustrasi

Oleh : Arief Prihantoro

Tulisan Denny Siregar tentang Santri calon teroris telah diproses polisi. Apakah Denny Siregar bakal masuk bui ? Kalau baca narasi yang ditulis oleh Denny Siregar saya yakin tidak. Kalau bicara argumentasi hukum, saya yakin Denny punya dasar argumen yg cukup kuat atas narasinya. Kecuali jika polisi hingga hakim kalah oleh tekanan massa yang sedang ngamuk.

Saya baca narasinya Denny justru berisi nasehat. Nasehat agar jangan sampai anak² kena doktrin terorisme. Bukankah ini nasehat baik ?

Sebagian besar masyarakat juga tahu beberapa tahun ini lewat jaringan internasionalnya, kelompok² teroris sedang gencar bergerilya untuk mendoktrin anak² dan kaum muda untuk menanamkan paham terornya. Mereka menyemai benih pada masyarakat sejak usia dini. Mereka menanamkan paham bahwa pemerintahan saat ini dikendalikan oleh pemerintah thoghut. Karena pemerintah thoghut maka wajib diperangi. Propaganda² semacam itu beredar luas di beberapa grup telegram dan WA beberapa tahun ini, seperti pernah diberitakan oleh berbagai media.

Anak-anak berusia dibawah umur yang belum paham politik dan seharusnya masih masanya bermain tersebut seringkali diikutkan dalam berbagai aksi demo. Mereka dikirim untuk ikut demo oleh orang-orang dewasa yg memanfaatkan keluguan mereka, agar mereka mereka terlatih menjalankan aksi mereka dimulai dari hal² sederhana, semisal dari aksi-aksi demo. Dengan aksi-aksi ini mereka sedang didoktrin lewat praktek di lapangan bagaimana cara memerangi pihak lain yang telah dilabeli sbg thoghut oleh para pendoktrin mereka. Apakah anak-anak ini sedang dibentuk sebagai mesin perang oleh para pendoktrin mereka, sebagaimana anak-anak yang dieksplotasi sebagai mesin perang di berbagai negeri Timur Tengah yang sedang terlibat baku hantam menggunakan mesin-mesin perang ?

Padahal sudah ada Undang-undang yang melarang untuk mengeksploitasi anak-anak dibawah umur. Tetapi selama ini sepertinya aparat impoten untuk menegakkan UU ini. KPAI yg selama ini ditugaskan oleh negara dan dibayar menggunakan uang pajak untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi pun nampak tidak punya gigi ketika melihat eksploitasi anak-anak dalam berbagai aksi demo yang berlatar belakang issue agama.

Saya beberapa kali mengulang membaca tulisan Denny Siregar. Dan berkali-kali pula saya menangkap esensi tulisan tersebut adalah berisi nasehat Denny yang bersifat umum, ditujukan kepada masyarakat umum. Tidak ada kalimat dalam narasinya yang menunjuk pada kelompok tertentu, pada pesantren tertentu ataupun pada orang tertentu. Tidak ada satupun kata atau kalimat dalam narasinya yang menunjuk kepada kelompok X, pesantren Y ataupun si fulan Z. Padahal dalam undang-undang subyek yg ditunjuk oleh narasi yg dianggap sebagai pelanggaran hukum harus jelas. Adakah dalam narasi tersebut Denny Siregar menunjuk nama kelompok X, pesantren Y ataupun si fulan Z ? Sejauh yang saya baca berulangkali tidak ada.

Jika tidak ada satupun nama kelompok X, pesantren Y ataupun si fulan Z, lalu kenapa banyak yang ngamuk ? Apakah karena foto yang disertakan dalam narasi tersebut cukup jelas siapa yg ditunjuk/dituju ? Kalau foto itu yang dipersoalkan toh dalam kalimat penutupnya Denny telah menegaskan dalam satu kalimat yg menjadi caption dari foto tersebut : FOTO HANYALAH ILUSTRASI. Apalagi dalam foto tersebut tidak tertulis nama kelompok/organisasi, nama pesantren, nama orang. Foto tersebut hanya dipakai sebagai ilustrasi tulisan.

Jika foto hanyalah sebuah ilustrasi dari keseluruhan narasi, artinya foto dan orang-orang yang ada dalam foto tersebut bukanlah subyek tertentu yang menjadi determinasi dari keseluruhan narasi yang ditulis oleh Denny. Caption yg menyertai foto tersebut adalah penegasannya. Lalu apalagi yang diributkan ? Apalagi yang mereka jadikan alasan untuk ngamuk² ?

Apakah karena foto anak² yang disertakan dalam narasi tersebut dan diunggah ke ruang publik karena tanpa ada sensor pada wajah mereka, sehingga bisa dipakai sbg argumen oleh para pelapornya bahwa Denny telah mengeksploitasi anak lewat foto ?

Kalau hal itu yang bakal dijadikan argumen hukum dg menggunakan UU perlindungan anak maka orang² tua yang pertama kali mengunggah foto tersebut ke ruang publik juga bisa dijerat secara hukum karena mereka yg pertama kali mengeksploitasi anak sehingga foto tersebut berada di ruang publik dan bisa diakses publik secara bebas.

Apalagi jika memang terbukti bahwa anak² dalam foto tersebut benar-benar dilibatkan dalam berbagai aksi demo yg dilakukan oleh orang-orang dewasa. Maka orang² dewasa yg melibatkan anak² ini sudah seharusnya juga dijerat menggunakan pasal UU perlindungan anak.

Janganlah aparat dan KPAI diam saja seperti selama ini. Walaupun dengan kasat mata mereka juga bisa melihat banyak anak-anak yang selama ini dilibatkan dalam berbagai aksi demo. Bahkan kita tahu dari berbagai foto berita banyak anak² berusia balita dibawa dalam aksi-aksi demo yg dilakukan orang-orang dewasa. Kemana aparat dan KPAI selama ini ????

Sumber : Status Facebook Arief prihantoro

Sunday, July 5, 2020 - 12:00
Kategori Rubrik: