Ngaji di Medsospun Harus Bersanad

ilustrasi

Oleh : Abdulloh faizin

Jika karena keadaan, kita ngaji di medsospun tidak boleh meninggalkan sanad, artinya siapa guru yang kita ikuti di medsos itu sama nggak pemahamamanya dengan guru guru dan Ulama kita atau guru ngaji medsos yang kita ikuti juga mengikuti dan menyebarkan pemahamaman Ulama kita.? Itu cara mendeteksi jalur sanad dan riwayat pemahamaman yang kita ikuti.

Apakah setelah mengikuti ngaji mereka di medsos menyebabkan kerenggangan atau benturann berprasangka buruk bahkan berlawanan atau memushi dan menghindari guru dalam hal pemahamaman aliran kepercayaan kita? kalau ya maka itu yang di maksud "Hirman" dan terputus dari hubungan batin serta keberkahan dari wasilah guru. Namun jika dengan belajar dari medsos itu mampu memupuk hubungan batin dengan guru dan Ulamaknya serta menguatkan aliran pemahamaman maka itu namanya" Futuh" terbukanya keberkahan ilmu dan melegitimasi sanad ke guru kita.

Sanad guru kita adalah Ulama Masyayih yang menebarkan Islam dengan jargon Islam Nusantara seperti Mbah maemon Zuber dengan kealimanya. Beberapa secreen shoot kitab dan dan manuskrip sanad dari Romo Yai Maemon Zuber salah satu Ulama Nusantara yakni dari Imam Al hafidz Abi Isa muhammad bin isa bin surah bin musa Assilmi Al bughi attirmidzy).

Beliau adalah salah satunya Ulama yang melegetimasi Islam Nusantara. bahkan disampaikan di setiap mimbar ngajinya. Rententan sanad riwayat dan silsilahnya menunjukkan beliau adalah reprentasi dari Ulama Nusantara tidak terpatah patah sumber gurunya artinya ada daur tasalsul keilmuan berdasarkan guru yang jelas pasti sampai Rasulluloh.

Deskripsi urutan keilmuan itu prinnsipil dan tidak boleh dianggap remeh karena stidak tidaknya mampu membagun originalitas keilmuan dan pemahaman yang bisa dipertanggungjawabkan dan ini berlaku keseluruhan di pesantren Nahdliyah yang berasal dari akar keilmuan para Ulama yang mengembangkan dan merekomondasi istilah Islam Nusantara.

Jika sudah jelas hirarkis estafed gurunya maka prasati manuskrip tentang Ulama Nusantara sebagai fonding father serta pengagas Islam NUsantara tidak bisa dilecehkan dan Islam Nusantara tidak bisa di anggap sebuah kesesatan minimal dengan memahami kredebilitas para Ulama dan Masyayih dari ilmu dan keakuratan rantai sanadnya.

Jika hari ini ada para dai yang mengingkari Islam Nusantara atau bahkan menghinanya hanya dapat dengan google dan medsos maka ketahuilah bahwa mereka pungguk dan para Ulama adalah purnama jauh perbedaannya yang satu adalah penyanyi seram digelap gulita yang satu adalah lentera digelap saat tak ada cahaya.

اتَّبِعوا العلماءَ ، فإنهم سُرُجُ الدنيا ، ومصابيحُ الآخرة
Ikuti Ulam karena merekalah penerang dunia dan lentera akhirat.

Kesimpulan tak mungkin kita langsung berguru kepada Rasululloh tanpa mereka para Ulama. Karena memahami ajaran Nabi perlu ilmu dan pemahaman dan ijtihad Ulama Jika masih ada yang tidak melalui gerbang ulama maka berarti ...

هذابهتان عظيم
Ini adalah kebohongan besar dan megarah pada dosa besar....

Andai hal tesebut terjadi maka muncullah semisal buku berjudul sholat ala Nabi terus madhabnya apa? kemudian yang beritihad siapa ? terus melalui siapa ajaran itu ? Mimpi atau halu... Inila bahayanya tanpa sanad dan wasilah. Padahal wasilah itu penting untuk menuju tujuan.

للوسائل حكم المقاصد
Untuk perantara hukumya seperti tujuan...

Karena ada silogisme maqolah lain

لولاالعلماء ماعرفت الانبياء
"Anda tak ada Ulama maka aku tak mengenal ambiya/ para Nabi"

Maka pentingnya kita belajar ulama Nusantara jika sudah tidak ada minimal penerusnya karena sudah banyak generasi mereka yang masih dipondoknya ada juga yang di medsos dan ada pula yang go internasional dikampus ternama.

Cara menemukan mereka guru guru itu sangat mudah sekali ciri cirinya mereka menebar islam rahmatalil alamin dan santun moderat atau serta tasamuh tanpa kekerasan dan ujaran kebencian. Bahkan membimbing ke jalan yang benar serta meneduhkan.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Sunday, May 3, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: