Ngaco Lagi

ilustrasi
Oleh : Budi Setiawan
 
Makanya tho, BPN jangan paksa Pak Prabowo putar pesawat yang tadinya konon mengarah ke Mekah jadi ke Jakarta. Hanya untuk takziah. Hanya sekedar untuk mengikuti desakan para netizen yang nyinyir-nyonyor. 
 
BPN jelas isinya orang goblok-goblok.  Harusnya biarkan saja Prabowo berumrah. Ketika di Mekkah, ditayangkan Prabowo berdoa di depan Ka'bah supaya ibu Ani Yudhoyono husnul khotimah ( atau banyak yang menyebut khusnul khotimah) 
 
Kadar  public relationsnya sama ketika misalnya Prabowo ada di tanah air ketika ibu Ani mangkat. Bahkan lebih tinggi ketika setelah umrah Prabowo baru takziah. 
 
Ini malah didorong-dorong balik ke tanah air. Pun tidak dibekali teks atau setidaknya point-point apa yang harus disampaikan Pak Prabowo.  Semua orang di BPN kan sudah maklum semua kalau Pak Prabowo itu tidak bisa dilepaskan berbicara di depan Media tanpa arahan. 
 
Orang-orang di BPN kan juga tahu ladenan dan tindak tanduk Pak SBY.  Dia itu paling sensitif ketika ibu Ani Yudhoyono disinggung. Dia sangat protektif terhadap istrinya. 
 
Jadi kayaknya mereka itu bego-bego semua. Di otaknya cuma politik saja. 
Karena kebegoan itu,  maka takziah yang harusnya sarat dengan empati serta penghiburan justru jadi arena yang membuat suasana tidak enak. 
 
SBY langsung menyatakan keberatan soal pernyataan Prabowo tentang pilihan Bu Ani. Karena tanpa disuruhpun Bu Ani pasti pilih 02 karena suaminya mendukung Prabowo.  Jadi ngapain diomongin lagi. 
 
Dipihak lain, SBY tentunya merasa sangat tidak enak hati dengan kubu Jokowi yang justru mengulurkan tangan tanpa imbalan politik apapun jika membiarkan pernyataan Prabowo menggelinding begitu saja. 
 
Bagaimanapun, SBY menangkap ada ketulusan murni mengenai  perlakuan istimewa terkait berpulangnya ibu Ani. Bukan semata  status kenegaraan SBY serta  Bu Ani tapi juga nuansa kemanusiaan yang sangat kental. 
 
Dan tak sebutir pun orang BPN datang ke pemakaman yang bisa jadi membuat SBY tertekan. Disaat kemalangan, bukan teman yang datang menolong tapi justru mereka yang diposisikan sebagai lawan. 
 
Saya rasa pernyataan pak Prabowo di depan Media soal pilihan bu Ani adalah kesimpulan bincang-bincang beliau dengan orang BPN. Dan itu yang  nyeplos di media. Parahnya SBY langsung sleding Prabowo seketika itu juga. 
 
Jadi jelas disini, Prabowo memberi pernyataan pers asal ngomong saja. Dan amburadulnya pernyataan dia  juga mungkin karena jetlag setelah menempuh penerbangan jauh. 
 
Jadi wajar kalau ngomongannya ngaco karena masih kliyengan baru turun pesawat. BPN sama sekali tidak kasihan membiarkan jagoannya ngoceh sendirian. 
 
Wong lagi gak jetlag aja, ngomongannya ngaco kok..
 
Bijimana sih? 
 
Sumber : Status Facebook Budi Setiawan
Wednesday, June 5, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: