The Next Spin For 2019

Ilustrasi

Oleh : Ade Winata

Medio 2013-2017 kita banyak menemukan hate Speech berbasis Hoax dalam politik.

Namun seiring perkembangan dengan semakin progresif nya group anti hoax, setiap hoax cukup dengan cepat bisa ditanggulangi.

Bahkan saya yakin bila ada lembaga atau tokoh yang menjadikan hoax sebagai alat agitasi nya. 
Ia akan dengan sendiri nya mempermalukan integritas dan nama lembaga tersebut.

Apalagi Mafindo dengan segala jaringan nya di tiap kota berhasil merangkul stakeholder indonesia untuk melawan hoax..

Tagline anti hoax sekarang diterima oleh seluruh kalangan, bahkan oleh kalangan yang nyaman dengan hoax politik dan diuntungkan dengan nya, sekarang mengakui juga anti hoax 

Mungkin Hoax untuk politik akan menurun ditataran public, dan hanya akan dipakai oleh produsennya untuk menjaga pemilih nya di lingkungan tertutup seperti group wa, group keluarga dan semacamnya.

(dan saya masih menemukan broadcast2 hoax politik di wa group yang kelewatan )

Namun untuk 2019, diranah publik yang akan digunakan adalah Hate Speech / ujaran kebencian yang bukan berbasis hoax namun bias dan logical fallacy.

Sebagai contoh ada seorang tokoh, yang menyerang presiden Jokowi, dengan mengatakan ia ngibul bagi-bagi seritifikat lahan, dan sembari memberi data 70%an tanah diIndonesia dikuasai minoritas.

Mungkin datanya valid, namun apakah konklusi nya pemerintah aka jokowi ngibul, benar ?

Tidak, masalah agraria, adalah masalah yang telah ada sedari jaman kolonial.

Kalaupun datanya benar, Jokowi tidak layak untuk dipersalahkan, malah yang dilakukan jokowi untuk memberi legalitas pada tanah rakyat bagian dari mengurangi potensi konflik agararia kedepannya.

Jadi untuk 2019, kita akan melihat model spin-spin yang saya contohkan diatas,

Sumber : Status Facebook Adi Winata

Monday, May 21, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: