Negeri yang Serba Fiktif

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Kalau dipikir-pikir, di negeri ini apa saja bisa dibuat fiktif. Ada temuan PNS fiktif yang merugikan negara triliunan rupiah karena harus menggaji para PNS siluman itu. Ada desa fiktif yang membobol anggaran dana desa dan "penduduknya" bisa digunakan sebagai pemilih fiktif saat Pesta Demokrasi. Ada kucuran dana puluhan trilliun APBN dan APBD yang disuntikkan untuk program KUR fiktif. Dan ada juga puluhan ribu Jamaah Umroh fiktif yang namanya digunakan untuk modus kejahatan pencucian uang.

Itulah kenapa kemarin banyak yang ribut dan mencela pemerintah karena dianggap dholim akibat putusan Mahkamah Agung yang menyatakan hasil lelang aset First Travel harus diserahkan kepada negara. Dan kenapa tidak diserahkan kepada Calon Jemaah Umroh yang telah kena tipu sebagai korban kejahatan yang dibungkus Agama itu?

Kasus penipuan First Travel (FT) memang unik. Sejak awal kasus ini mencuat, saya sudah mengatakan bahwa skema Ponzi hanyalah kambing hitam untuk menutupi modus kejahatan yang sesungguhnya. Dan terbukti di kemudian hari, berdasarkan hasil penelusuran dan temuan Polisi, ternyata hanya terdapat 14 ribu paspor dari 63 ribu jemaah FT yang terdaftar. Artinya sekitar 50 ribu adalah jamaah fiktif.

Lantas, untuk apa hingga sampai ada 50 ribu nama jamaah fiktif? Daftar nama itu digunakan untuk menyuntikkan uang 'ilegal' yang diklaim sebagai dana Jamaah Umroh. Padahal masuknya uang itu hanyalah titipan agar "dicuci" dan kemudian sebagian dibelikan berbagai bentuk aset yang di klaim milik FT. Itulah kenapa, saya tidak heran ketika pada akhirnya hasil lelang aset FT diserahkan kepada negara.

Tanpa mengurangi keprihatinan saya terhadap para korban FT, jika dirunut kronologinya, mereka sebenarnya adalah korban skema ponzi saat suntikan uang ilegal mulai tersendat dan tak mampu lagi memberikan subsidi atas biaya paket Umroh yang ditawarkan pihak FT kepada para calon jamaah di periode menjelang ambruknya FT. Dan pembelian aset-aset yang dilelang itu dilakukan sebelum FT terperosok ke dalam skema Ponzi. Untuk penjelasannya silahkan dibaca di sini.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=431596923900841&id=100011516113440

Jadi selama ini kita telah dibohongi oleh banyak hal yang serba fiktif. Dan semuanya baru terbongkar di rezim ini. Dan inilah apa yang dinamakan dengan SALAWI. Tapi tidak usah khawatir dan berkecil hati. Karena masih ada hal yang tidak fiktif di negeri ini. Seperti nama-nama Firza, Sandra dan Poppy. Betul apa tidak?

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Wednesday, November 20, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: