Negeri yang Dirindukan

ilustrasi

Oleh : Kinanto Malo

Indonesia sungguh dikagumi oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Saat mereka tidak pernah mengunjungi negeri ini - kebingungan utamanya karena memikirkan 17 ribu pulau di Indonesia.

Benar, mereka membayangkan saja pulau-pulau itu sebegitu banyak. Bagi mereka, bagaimana bisa menyeberangi pulau-pulau itu dan apakah itu terhubung dengan jembatan semua? Karena pengertian mereka pulau-pulau itu seukuran 10 Km2 saja!

Itu baru dalam soal geografis. Belum lagi bangsa-bangsa lain itu memikirkan adanya 250 bahasa suku-suku yang masih dituturkan. Sedangkan memikirkan dalam negara mereka ada tiga-empat beda bahasa saja, puyengnya minta ampun. Bagaimana ada suatu Negara Indonesia seajaib itu, pikir mereka.

Kita diherani oleh bangsa-bangsa lain. Kita sulit terpikirkan dan terbayangkan bagi mereka. Sulit karena memang bukan orang Indonesia dan tidak tinggal di Indonesia.

Bangsa-bangsa lain itu, mungkin hanya mengenal satu pulau bernama Bali dan sebuah kota besar bernama Jakarta. Selebihnya mereka tidak tahu - apa di mana itu Lubuk Linggau, di mana itu Purwodadi, di mana itu Katingan, di mana itu Bolaang Mangondow, di mana itu Lembata, atau bahkan di mana itu Kotaraja. Mereka tidak bakalan tahu di mana letaknya semua tempat itu dalam negeri kepulauan sebesar dan seluas Indonesia.

Sebuah keajaiban bernama Indonesia, terwujud sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Hanya dua negara yang sedikit lebih banyak tahu soal Indonesia, yaitu Belanda dan Jepang. Keduanya sempat bermukim sedikit lama di wilayah Indonesia sebelum Perang Dunia I dan sesudah Perang Dunia II. Bahkan tidak semua orang Belanda yang pernah tinggal di Indonesia melihat semua wilayah Indonesia itu. Meskipun leluhur mereka melihat satu dua tempat saja, sudah terkenang dan rindu sekali untuk melihatnya lagi. Tetapi itu semua adalah mimpi bagi mereka dan anak cucu mereka, sebab Indonesia bukan lagi Hindia Belanda di masa nenek moyang mereka.

Indonesia itu dirindukan dan dipuja untuk orang asing yang pernah lama tinggal di salah satu daerah Indonesia. Sebab ada satu keyakinan, sekali kamu makan hasil bumi dan minum air dari Tanah Air Indonesia - pasti kamu akan terkenang dan ingin kembali lagi ke sana. Sebab sudah ada ikatan batin antara kamu orang asing dan Indonesia.

Hidup di Indonesia bagi bangsa-bangsa lain itu seperti berkah bertuah. Segala kebutuhan ada, makanan pokok, sayuran, buah-buahan, dan bahkan berlimpah ikannya. Tidak ada jenis tumbuhan yang tidak bisa ditanam di Indonesia. Sebab negeri ini hanya terdiri dari dua musim - kemarau dan hujan.

Dalam sastra Belanda, dikenal istilah "Mooi Indonesie" yaitu Indonesia yang Cantik Jelita. Dan sebagai bentuk kekesalan Belanda kehilangan Zamrud Khatulistiwa ini, Wieteke van Doort, penyanyi spesialis "keroncong" ala Belanda, menyebut Den Haag telah "menjadi janda" karena dicerai oleh Indonesia!

Bagi Wieteke dan juga ratusan pensiunan pegawai kolonial yang pernah berdinas di Indonesia merupakan suatu pengalaman yang tak tergantikan. Itulah sebabnya, segala jenis makanan khas Indonesia tetap memiliki penggemar di Negeri Kincir Angin itu. Mereka setidaknya terkenang pada masa leluhur mereka dulu di Hindia Belanda - dari sekedar mengecap makanan khas Indonesia itu.

Dari semua itu, siapa yang tidak berbangga dengan Indonesia? Suatu negeri yang diingat orang karena murah senyumnya warganya. Akan jiwa tolong menolong warganya. Rasa peduli dan penuh tata krama. Hal-hal itu yang sulit mereka, dari bangsa asing lupakan tentang Indonesia.

Bahkan untuk ukuran tetangga saja, Malaysia yang masih serumpun dengan Indonesia - tidak sekaya Indonesia dalam tradisi, budaya dan bahasa. Makanya jiran ini sering sekali cemburu dengan Indonesia. Mereka tak bisa meniru Indonesia, tetapi ngototnya ingin lebih dianggap Asia Tenggara yang paling Melayu dibanding Indonesia.

Malaysia itu sangat cemburu, meski tak bisa juga menyimpan rasa hormatnya pada saudara Melayu Indonesia. Tak mungkin memutus hubungan silaturahmi antara puak Melayu sekalipun terdapat dua negara memisahkan.

Jadi, apa arti semua ini? Apa maknanya itu bagi kita, saat ini? Jika orang lain saja bangga akan Indonesia yang kaya dan indah ini, apakah kita tidak lebih bersyukur atas rahmat Allah ini? Tidakkah kita lebih menyayangi Indonesia sebagai tuan rumah sendiri?

Biarkanlah foto di bawah ini yang mungkin memberikan jawabannya. Selamat menjelang Hari Natal untuk rekan-rekan grup NKRI Sejati yang merayakannya. Selamat menyongsong Tahun Baru 2020 ke depan

Sumber : Status Facebook Kinanto Malo

Tuesday, December 10, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: