Negeri Tak Bertuhan

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Salah satu unsur negatif media sosial yang buruk sekali pengaruhnya adalah kita jadi terbiasa berkata kotor dengan menyebutkan keburukan dan cacat pada seseorang. Walau pun kita sendiri belum pernah mengenalnya secara langsung.

Dengan media sosial, kita dididik menjadi orang yang mirip ahli jarh wa ta'dil dalam ilmu hadits, pekerjaan kita tidak pernah berhenti mencari kesalahan dan jeleknya orang lain.

Kita kejar semua sisi apa pun yang sekiranya seseorang bisa dibikin cacat. Kalau pun tidak ada cacatnya, dipaksakan saja biar sepeti cacat dan salah. Tidak ada istilah kesalahan kecil, semua kesalahan harus besar. Kalau kurang besar, ya dibesar-besarkan.

Dan kalau sudah ditemukan 'cacat' hasil rekayasa, maka diperbesar seratus kali lalu disebarkan lewat media.

Oleh jaringan media sosial, cacat hasil pembesaran kemudian dikomentari dengan beribu caci maki, berjuta sumpah serapah, bermilyar hinaan, dan bertrilyun kata kotor lainnya.

Pertanyaannya : kenapa kita cenderung bersikap macam itu di media sosial? Kenapa kita kehilangan kesantunan?

Banyak sekali analisanya, salah satunya karena di media sosial kita merasa berada di alam lain, yaitu alam maya. Kita tidak lagi merasa ada aturan dan etika. Kita merasa tidak ada yang mengawasi, sehingga merasa boleh ngomong seenaknya. Bahkan lebih parah lagi, merasa tidak ada TUHAN yang mengawasi.

Di media sosial kita seperti berada di suasana tahun 1998 ketika terjadi kerusuhan, yang mana penjarahan masal terjadi dimana-mana. Bersamaan dengan itu polisi dan pihak keamanan pun pada menghilang entah kemana.

Melihat kesempatan itu, lantas siapa saja jadi merasa berhak untuk melakukan kejahatan, toh tidak ada yang ditangkap. Lalu terjadilah aksi-aksi perampokan, penjarahan, dan pembakaran di berbagai pelosok ibu kota. Semua dilakukan tanpa ada yang merasa takut dosa atau takut dihukum.

Media sosial seharusnya jadi media kita memamerkan akhlaq mulia. Sayangnya kita sendiri yang menjadikan media sosial menjadi negeri yang terjadi kerusuhan. Kita yang menjadikannya sebagai negeri tak bertuhan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Thursday, June 27, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: