Negeri Ini Sakit

Oleh: Sahat Siagian

 

Negeri ini sakit. Serius. Anthony Bourdain mati bunuh diri, Tribunnews mengangkat keateisannya sebagai judul berita.

Reporter dan redaktur media itu kelewat tolol, mengira hanya ateis yang membunuh dirinya sendiri. Padahal data dan statistika menunjukkan bahwa jumlah pelaku tindakan bunuh diri lebih banyak ditemukan di antara mereka yang beragama.

 

 

Kenapa orang masih saja percaya bahwa agama adalah solusi utama bagi setiap masalah? Fakta solid menunjukkan agama justru jadi biang kerok. Tindak kekerasan masal dipicu oleh mereka yang beragama. Dua kali perang dunia digerakkan mereka yang bukan ateis.

Ditemukan manggis, yang ketika dibelah tertera nama Allah. Takbir bergema, syukur dipanjatkan. Ditemukan patung Maria, yang mengeluarkan darah dari matanya. Orang-orang ramai berdatangan, menjadikan situs tersebut sebagai petapakan suci.

Gila! Kenapa terlalu jarang dari kita membawa manggis dan patung Maria ke laboratorium untuk diteliti? Semua hal aneh, semua yang mencengangkan dan tidak biasa, langsung kita alamatkan ke Tuhan, tidak sama sekali diabdikan kepada ilmu pengetahuan.

Saya pernah, juga kerap, menantang orang-orang beragama menjelaskan apa yang dipikirkannya tentang Tuhan. Semua mengelak. Alasannya, Tuhan tidak terpikirkan.

Oke. Setuju. Tapi Anda memikirkan Tuhan. Saya minta Anda jelaskan secara logis pikiran Anda tentang Tuhan.

Orang-orang tersebut ngotot mengelak dengan alasan sama. Padahal jika Anda gagal menjelaskan pikiran Anda, maka itu pikiran sesat, harus dibuang jauh-jauh, berkemungkinan membahayakan hidup bersama dan masyarakat.

Tuhan mencipta jagad raya. Fine. Pertanyaan saya: bagaimana Tuhan mencipta jagad raya jika ruang belum ada? Segala hanya eksis di dalam ruang. Tanpa ruang, tak ada apa-apa.

Mister, Tuhan pertama-tama menciptakan ruang.

What? Bagaimana Tuhan menciptakan ruang sebelum ada ruang?

Itu tak terpikirkan. Itulah Tuhan.

Mampus.

Apa yang bikin Anda sanggup berkata bahwa Tuhan mencipta jagad raya padahal Anda tak bisa menjelaskan penciptaan tersebut? Oke, dia menggunakan sulap abrakadabra. Saya setuju, tak membantah. Tapi jelaskan pada saya bagaimana Tuhan menciptakan ruang secara abrakadabra sebelum ruang ada?

Itu tidak logis, bukan? Kalau Anda tak bisa menjelaskan apa yang Anda maksud dengan “Tuhan mencipta” maka pikiran tersebut sesat, itu nosi yang cacat, sebaiknya dibuang.

Mister, Alquran dan Alkitab menyatakan demikian.

Fine. Tapi Anda tak bisa menjelaskannya. Ada 2 kemungkinan: dua kitab suci itu berdusta, atau dua kitab suci itu menyatakan “mencipta" namun bukan dalam pengertian sebagaimana apa yang Anda pikir tentang mencipta.

Daripada Anda bawa saya ke pengadilan dengan tuduhan telah menista 2 agama besar, saya cenderung berpendapat bahwa Alquran dan Alkitab bersabda tentang Allah mencipta namun bukan dengan takrif atau pengertian yang Anda pahami. Karenanya, sebelum Anda paham, jangan dulu khotbahi saya soal penciptaan alam raya.

Tapi para agamawan tak peduli. Pemahaman cacat tersebut mereka bawa ke ruang publik, bahkan dijadikan dasar percakapan. Semua berantakan.

Itu sebabnya kita tak perlu heran ketika seseorang dari sekitar Danau Toba bersabda bahwa tenggelamnya kapal Sinar Bangun karena ikan mas besar, yang ditemukan di Danau Toba, telah dibunuh. Alam raya marah.

Itu pernyataan yang sama sinting dengan “Tuhan mencipta jagad raya”-namun-Anda-tak-bisa-menjelaskan-keganjilan-yang-tertemukan-di-dalamnya.

Tenggelamnya kapal Sinar Bangun jelas buah kelalaian Departemen Perhubungan. Pembangunan infrastruktur telah dimulai sejak 2 tahun lalu; Danau Toba telah diarahkan untuk menjadi Monaco of Asia; Revolusi Mental telah dicanangkan. Tapi kedisiplinan soal nyawa diabaikan.

Berapa jumlah korban, sampai sekarang, di hari ke-4 ini, kita tak tahu persis. Kenapa? Karena tak ada manifest. Itu anjing keparat.

Anda pernah naik bis antar-kota di Amrik? Anda harus pesan tempat duduk secara online. Di form pemesanan harus Anda isi formulir. Nama, alamat, security number atau passport number, wajib Anda terakan. Setelah itu mereka akan mengirimkan e-ticket berikut barcode ke selpon Anda.

Saat hendak berpergian dari New York ke Washington DC, saya datang ke pangkalan bis di 34th street dekat Penn Station. Saya dekati petugas di depan pintu dengan menunjukkan barcode di selpon, dia memindainya, naiklah saya.

Dari hasil pindaian sopir mencetak manifest sekian rangkap, satu diberikan ke petugas jaga. Petugas jaga lalu memberi ijin kepada sopir untuk memulai perjalanan. Ijin diberikan setelah petugas jaga memeriksa kelengkapan bis termasuk ban serep, posisi indikator bahan bakar, temperatur bis, dan lain-lain dan sebagainya.

Pelabuhan kapal kecil di Danau Toba bukan satu-satunya. Hampir semua pelabuhan kecil di Indonesia bernasib sama. Padahal untuk membangun sistem, menyusun SOP, membangun manajemen-baru di seluruh pelabuhan di Indonesia, cuma diperlukan waktu berkisar 3-6 bulan. Ini sudah 4 tahun dan itu belum dikerjakan.

Sama seperti Aher dan PKS, kita memang terus mengandalkan Tuhan untuk mengurus banyak hal yang menjadi kewajiban kita.

Sialnya, Tuhan gak ngurus begituan. Maka tewaslah ratusan nyawa.

 

(Sumber: Facebook Sahat Siagian)

Friday, June 22, 2018 - 05:15
Kategori Rubrik: