Negara Nenek Loe

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

FPI sudah mengakui Pancasila, dan berjanji tidak akan melanggar hukum. Kata Menteri Agama Republik Indonesia. Artinya juga janji tidak akan melanggar hukum Undang-undang Pidana . . .

Seingat saya, waktu sekolah dulu diajari, semua Undang-undang, termasuk KUHP, (kitab) Undang-undang Hukum Pidana, dan lain-lain, adalah turunan dari Undang - undang Dasar 1945. Bersumber dari dan pada UUD 1945.

Induk dari Undang-undang 1945, itu adalah Pancasila. Dasar Negara kita. Way of Life, kata Guru Kewarganegaraan saya dulu . . .

Dalam AD/ART nya, di pasal 6, ada dituliskan, FPI punya Visi dan Misi untuk menerapkan Islam.secara kaffah, di bawah naungan Khilafah Islamiyah, melalui pelaksanaan dakwah penegakan hisbah dan pengawalan jihad.

Ini yang bicara Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri. Juga Mahfudz MD, Menkopolhukam. Sedang didalami oleh Menteri Agama,' tambah mereka lagi.

Apakah pernyataan Tito dan Mahfudz MD ini, diterjemahkan oleh Menteri Agama, cuma cukup bahwa FPI sudah akui Pancasila, dalam pernyataan tertulis di atas kertas ber-meterai 6000 rupiah ?

Apakah juga Tito dan Mahfudz MD, bahkan Jokowi, nantinya juga 'takut' lihat 'meterai' ?

Yo, eeeeemboh !

Namun setahu saya, Bapak saya, Uwak saya, Pak Lik saya, beserta teman-teman mereka dari se-antero Indonesia, dulu berperang merebut Kemerdekaan, tidak untuk tunduk pada seorang 'Khalifah', yang bertahta entah dimana, antah berantah dan siapa pula . . .

Bung Karno, Bung Hatta, Jenderal Sudirman, Sultan Hasanudin, Hasyim Asy'ari, Ahmad Dahlan, Ngurah Rai, Sisinga Mangaraja, Wolter Monginsidi, Tjut Nya Dien, Cilik Riwut, KH Noor Alie, Pattimura, dan lain-lain, tetesan keringat dan darah mereka, nilainya ternyata tak lebih mahal dari 'secuil' kertas yang punya harga cuma 6000 rupiah . . .

Eealah . . . ! Njêkèthèk . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Friday, November 29, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: