Negara Islam Tak Butuh HTI

ilustrasi

Oleh : Nun Alqolam

Hizbut Tahrir adalah nama sebuah organisasi politik, dan bukan gerakan keagamaan. Hizbut Tahrir (HTI) adalah gerakan politik yang memanfaatkan Islam sebagai "bahan bakarnya". Mereka mempolitisasi Islam demi meraup pendukung (suara) umat Islam. Karena tujuan awal adalah politik maka target utamanya adalah merebut kekuasaan dimanapun mereka tinggal, di negara manapun mereka berada selalu berusaha menggulingkan pemerintahan di negara tersebut. Frame yang didkembangkan polanya sama, yaitu katanya negara-negara tersebut bukan negara Islam, karena tidak berideologi Islam, tapi berideologi kaoitaisme/liberalisme atau komunisme/sosialisme.

Di sinilah letak kesalahan mereka (HTI). Mereka menganggap dan mengira bahwa ideologi di dunia itu hanya ada 3, yaitu ideologi Islam, ideologi kapitalisme dan ideologi komunismeme.

Kesalahan HTI setidaknya ada dua, yaitu:

1. Menganggap Islam sebagai ideologi. Itu salah besar, Islam itu bukan ideologi, tapi Islam adalah agama. Mereka (HTI) gagal membedakan antara ideologi dan agama. Ideologi Islam itu tidak ada, yang ada itu ideologi Islamisme atau ideologi khilafah ala HTI. Lagi-lagi HTI gagal membedakan antara ISLAM da ISLAMISME, dan gagal membedakan antara KHILAFAH dan KHILAFAH ALA HTI.

2. Sekali lagi, ideologi itu bukan hanya 3, tapi ada lagi ideologi Pancasila. Yang mana ideologi Pancasila adalah ideologi "made in" Indonesia. Itu ideologi genuin milik bangsa dan negara Indonesia. Dan perlu diketahui saat ini banyak negara-negara konflik di Timur-Tengah yang kaum dan ingin belajar Pancasila. Negara-negara tersebut heran, kok bisa Pancasila mendamaikan suatu negeri. Negeri yang kaya akan ragam, baik ragam agama, budaya, etnis, bahasa dan adat istiadat. Untuk itulah penduduk dunia pada berduyun-duyun belajar apa, dan bagaimana Pancasila. Hal itu akan menjadikan ke depannya, Pancailsa akan menjadi ideologi dunia.

Kesalahan HTI itu mengapa kok sampai ingin menggulingkan Pancasila, mencampakkan UUD 1945, membubarkan NKRI dan membuang sistem negara Demokrasi Pancasila. Mengapa mereka ingin mencampakkan semua itu? Iya karena mereka (HTI) menganggap bahwa di Indonesia ini sistemnya Kapitalisme atau bahkan Komunisme. Yang pasti bukan sistem/ideologi Islam, maka harus diislamkan, yaitu dengan menegakkan khilafah ala HTI, menurut HTI. Lha di sini lah titik kesalahan HTI, sekali lagi menganggap Islam itu sebagai ideologi, padahal bukan, Islam itu nama agama. Yang tepat itu bernama ideologi Islamisme atau ideolofi khilafah ala HTI (ingat ada redaksi "ala HTI"nya).

Umat Islam yang terkecoh dengan propaganda HTI biasanya umat Islam yang awam. Maksud awam di sini adalah awam ilmu keislaman, bukan awam ilmu non Islam. Keawaman ilmu agama itu bisa dari sarjana teknik, sarjana ekonomi, magister ilmu pertanian, doktor ilmu peternakan dan sebagainya. Walau mereka mahir ilmu non agama, namun awam dalam ilmu keislaman. Itu juga dikategorikan awam. Dan memang benar, yang terkecoh oleh propaganda HTI itu biasanya dari orang yang berpendidikan umum, bukan dari pesantren atau kampus ilmu keislaman.

Perlu diketahui bahwa Hzbut Tahrir itu nama awalnya adalah HIZBUT TAHRIR AL FALISTINY, yaitu suatu gerakan politik yang didirikan di Haifa (Israel/Palestina). Tujuan mereka untuk mendamaikan konflik Palestina dan Israel. Tapi apa yang terjadi? Hizbut Tahrir al-Falistiny tidak berhasil bahkan gatot (gagal total). Bahkan di negara asalnya dituduh organisasi teroris. Karena gagal di negara asalnya kemudian oleh HT diekspor ke Indonesia. Jadi HTI itu adalah produk gagal total dari negara asal didirikan, di Timur Tengah, namun mau diterapkan di Indonesia. Aneh. Dan lucunya, HT al-Falistiny yang gagal di negara asal didirikannya, kok lucunya mau diterapkan di negara Indonesia yang damai nan beradab.

Gini aja, wahai penggemar HTI, janganlah Indonesia dijadikan kelinci percobaan dari produk gagal khilafah ala HTI mu. Buatlah dulu HTI khayalanmu dan itu diterapkanlah di negara asal HT didirikan, yaitu di Palestina. Lha wong gagal di negaranya sendiri, kok malah Indonesia mau dijadikan kelinci percobaan.

Ingat, Indonesia negara para wali, negara beradap, negara berbudaya, bukan negara untuk coba-coba, demi melampiaskan nafsu kekuasaanmu. Jika kalian tidak suka dasar negara Indonesia, lambang negara Indonesia, ideologi Pancasila Indonesia, sistem negara Indonesia, dan bentuk negara NKRI maka enyahlah kalian dari Indonesia. Kembalilah ke negara asalmu, Palestina.

Sumber : Status facebook Nun Alqolam

Friday, August 14, 2020 - 22:00
Kategori Rubrik: