Negara Islam dan Peperangan

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Di bumi pertiwi, eh haram ya nyebut bumi pertiwi, di Bumi Allah Indonesia, anti pemerintah seakan bersatu padu, siapa saja yang mencaci maki atau memusuhi pemerintah mereka dukung.

Tapi seandainya (نعوذ بالله) negara ini kacau, gerombolan-gerombolan itu jadi banyak fraksi. Seperti yang terjadi di Suriah.

تحسبهم جما وقلوبهم شتى

"Kalian mengira mereka bersatu padu, tapi sebenarnya hati mereka tercerai berai...".

Di Suriah hanya ada satu tentara Nasional. Satu-satunya tentara "nasional" yang sah di Suriah adalah Tentara Arab Suriah.

Lambang tentara sebanyak itu, yang Anda lihat di bawah ini hanyalah gabungan dari kelompok-kelompok teroris yang didukung dan disponsori CIA yang sekarang berada di bawah naungan Turki.

Tidak ada yang "nasional" Suriah dari mereka. Itulah sebabnya negara-negara Islam khususnya Arab, dari Afganistan, Libiya, Irak, Pakistan, Somalia bahkan Suriah, setelah perang sipil, tentu saja sesama umat Islam, tidak dapat pulih kembali.

Perang, serangan bom, dan bom bunuh diri kerap terjadi.

Palestina yang punya musuh bersama, Israel, antara Hamas dan Fatah bermusuhan, musuh bebuyutan. Dan keduanya mendaku paling mewakili Palestina.

Jangan tergoda oleh gombalan; syariat Islam, negara Islam, Khilafah, NKRI bersyariah. Indonesia hasil ijtihad para ulama 90% sudah sesuai syariat. Tidak perlu lagi diformalkan. Itu hanya upaya untuk menyulut api perpercahan belaka.

Di tanah air, hanya ada dua kesatuan saja, antara oknum TNI dan Polri kerap terjadi permusuhan, apalagi jika di satu negara ada 30 korp tentara seperti di Suriah. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Saturday, October 19, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: