Navigator Rasulullah SAW Itu Non Muslim

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Ketika Nabi SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, Beliau SAW menyewa seorang navigator atau ahli penunjuk jalan secara khusus dan profesional yang belum masuk Islam. Abdullah bin Uraiqidh namanya.

Hal itu terjadi lantaran perjalanan hijrah tidak melalui rute yang biasa dilewati orang. Sebab perjalanan hijrah ini lebih mirip sebagai pelarian dari kejaran para pemburu harta. Abu Sufyan sebagai pemimpin kota Mekkah telah menyediakan hadiah 100 ekor unta bagi siapa saja yang bisa menangkap Rasulullah SAW baik dalam keadaan hidup atau mati.

Untuk itu Rasulullah SAW perlu sembunyi beberapa hari di Gua Tsour untuk mengecoh para pengejarnya. Setelah itu meneruskan perjalanan ke Madinah berjarak 450-an km, namun melewati daerah yang belum pernah dilalui oleh manusia sebelumnya. Maka amat dibutuhkan kemampuannya seorang pakar yang ekspert di bidang navigasi, kalau tidak mau perjalannan hijrah menjadi sia-sia.

Mungkin bisa aman terlepas dari kejaran para pemburu, namun kalau tersesat di padang pasir tak bertepi, bisa saja mereka kehabisan bekal atau malah jadi mangsa hewan buas.

Maka dalam masalah navigasi diakui oleh Nabi SAW dan menjadi salah satu kunci sukses hijrah yang fenomenal. Entah apa yang terjadi bila Nabi SAW bersikeras tidak mau pakai jasanya. Boleh jadi Beliau SAW dan Abu Bakar tersesat tidak sampai ke Madinah.

Satu catatan yang penting dan harus digaris-bawahi adalah :

Pertama, ternyata perjalanan ini tidak dipandu lewat wahyu, Rasulullah SAW dibiarkan berupaya sendiri mencari jalan arah ke Madinah.

Kedua, unuk itu Rasulullah SAW malah menggunakan jasa orang yang dipercaya karena keahliannya dan ternyata dia bukan muslim. Namun ha itu tidak menjadi masalah. Rasulullah SAW membutuhkan ilmunya, bukan keimanannya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Wednesday, January 22, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: