Natal

ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

"Ibu, bentar lagi kan masuk bulan Desember dan perayaan Natal umat kristen. boleh tidak kita sebagai muslim mengucapkan Natal?"

Begitu pertanyaan dari mahasiswi saya setelah saya selesai mengajar mereka.

Saya Jawab,

Jangan ragu untuk mengucapkan selamat hari Natal. Itu termasuk kategori Hablumminannas dan bukan Hablumminallah.

Bagi ibu, seseorang tidak akan masuk surga jika hanya memiliki amalan Hablumminallah saja dan melalaikan Hablumminannas, tapi harus ada keseimbangan antara keduanya.

Hablumminannas dapat dijalin dengan siapa saja termasuk dengan umat non muslim.

Pengucapan hari besar umat agama lain berkenaan dengan urusan sosial kemasyarakatan, urusan relasi antar sesama umat beragama, bukan urusan Akidah atau keyakinan, apalagi dimasukkan kategori mengamini konsep keTuhanan.

Setiap tanggal 25 Desember, ibu selalu mengucapkan Natal, karena punya banyak teman beragama kristen, dan ibu mengucapkan Natal di hari besar agama mereka karena ibu menghormati teman walau beda agama dengan ibu.

"Tapi bu, banyak orang rasis dan sok suci dalam beragama, mereka bilang bahwa mengucapkan Natal itu perbuatan haram." Kembali mahasiswi saya yang lain bertanya.

Haram?

"Iya bu, karena mereka meyakini itu ada dalilnya."

Terus kenapa?

"Kata mereka, neraka tempatnya bu."

Itu kan pendapat mereka yang rasis, intoleran dan radikal dalam beragama.

Ibu sih enjoy aja. Dengan mengucapkan Natal tidak akan mengurangi sedikitpun akidah keislaman ibu.

Justru memperkuat kehormatan dan martabat ibu sebagai seorang muslim yang mengikuti suri tauladan Rasulullah.

"Engga kepengen masuk surga bu?"

Engga pantas. Siapalah ibu berharap surga.

"Jadi untuk apa ibu beragama?"

Mencintai dan menyayangi siapapun serta berdoa untuk siapapun walau berbeda agama dengan ibu.

"Walau dia orang kafir bu?"

Iya

"Siapa Tuhan ibu?"

Allah SWT

"Pasti Tuhan ibu beda dengan Tuhan yang mereka sembah ya?"

Iya mungkin

"Terima kasih ya Bu Dira. Setelah mendengar penjelasan ibu, kami semakin yakin, bahwa mengucapkan hari besar umat agama lain berarti kita punya hati yang bersih dan menghormati umat agama lain."

Kalau ibu sih menghargai siapapun yang mau berteman dengan ibu, terlepas apapun agamanya.

Ucapan dan perkataan yang baik memberikan kebahagian dan sukacita bagi yang menerima dan mendengarnya.

Karena Tuhan senang dengan hal2 yang baik yang mendatangkan kebaikan bagi seluruh umatNYA.

Dan Kemuliaan bagi ibu sebagai seorang muslim, tercermin dari Attitude dan budi pekerti yang baik dengan saling menyayangi, mengasihi, menghormati, merangkul dan menyebarkan kebaikan penuh cinta kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

Friday, November 29, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: