Natal dan Apresiasi Kasih Antar-Sesama Manusia

Oleh: Rudi S Kamri

Bulan Desember adalah bulan penuh suka cita bagi umat Kristiani. Meskipun saya beragama Islam, suka cita penuh kebahagiaan dari saudara-saudara saya umat Kristiani juga menular dan menyentuh hat saya. Ikut merasa berbahagia apabila saudara-saudaranya sedang menikmati kebahagiaan adalah esensi paling mendasar hubungan harmoni sesama umat manusia.

Pada saat suka cita Natal sedang hangat memeluk hati umat Kristiani, pada saat itu pula energi positif memancar ke seluruh penjuru dunia dan menyentuh hati sesama manusia, agama dan etnis apapun. Tanpa harus mengikuti ibadah dan selebrasi Natal, energi positif yang terpancar dari aura wajah sumringah sahabat-sahabat saya umat Kristiani berimbas pada lingkaran kedamaian ke sekelilingnya. 

 

Namun sebetulnya, Natal bukan saja soal semarak, kemegahan, dan sukacita dari umat Kristen dan Katolik yang sedang memperingati kelahiran Yesus Kristus atau Nabi Isa as. Tapi Natal juga merupakan ujian toleransi dan kelapangan hati bagi umat beragama lain dalam menyikapi hadirnya Natal. 

Bagi saya pribadi, Natal adalah hari suka cita dan kebahagiaan bagi saudara- saudara saya umat Kristiani, dan karena mereka sedang bahagia, sayapun juga ikut bahagia. Sama halnya mereka pun ikut berbahagia saat saya sedang menikmati kebahagiaan di hari raya Idul Fitri. It's so simple as that.

Sebagai orang yang haus informasi alias kepo maksimal saya juga rajin mengulik tentang sejarah Natal dari berbagai referensi. Mungkin referensi saya belum sepenuhnya lengkap dan benar, namun sebagai pengetahuan mendasar, rasanya sejarah Natal cukup menarik untuk ditulis

Berdasarkan referensi yang saya baca, Natal pertama kalinya dirayakan pada 336 sesudah masehi. Pada masa sebelumnya yaitu pada 300 tahun pertama masa kekristenan, gereja-gereja tidak memiliki hari khusus untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Dan sejak tahun 336 M yaitu setiap tanggal 25 Desember pertama kali dicatat dalam almanak Roma dan catatan pemimpin Kristen, Natal pertama kali dirayakan oleh umat Kristiani.

Tidak ada penjelasan mengapa tanggal 25 Desember ditetapkan menjadi hari Natal. Natal dirayakan berdasarkan cerita kelahiran Yesus, namun Alkitab sendiri tidak memberikan referensi bahwa Yesus lahir di bulan Desember. Para ahli sejarah meyakini bahwa Yesus kemungkinan lahir di musim semi berdasarkan kitab Lukas. Sebab pada kelahiran Yesus digambarkan ada penggembalaan domba. Beberapa referensi yang saya baca disebutkan bahwa 25 Desember ditetapkan menjadi perayaan Natal sebagai alternatif berdasarkan kepercayaan pagan Romawi.

Tapi bagi saya kapanpun Yesus Kristus atau Nabi Isa as dilahirkan di dunia, tetap saja kelahirannya merupakan berkah bagi dunia dan umat manusia. Terbukti mayoritas umat manusia yang ada di bumi saat ini yaitu sekitar 33% memeluk agama Katolik dan Kristen (Kristiani). Sedangkan berdasarkan data, umat manusia di dunia termasuk saya di dalamnya yang menganut agama Islam sekitar 24%.

Bagi umat Islam posisi Yesus Kristus atau Nabi Isa juga sangat istimewa. Setidaknya ada empat keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Isa yang tidak dimiliki oleh nabi lain. Pertama, Nabi Isa lahir di dunia tanpa ayah tapi ditiupkan roh oleh Allah SWT kepada seorang perawan bernama Maria. Kedua, Nabi Isa bisa berbicara saat masih bayi. Kedua hal tersebut tercantum pada Kitab Suci Al Qur'an surah Maryam. Ketiga, Nabi Isa diberikan kuasa Allah SWT untuk menghidupkan orang mati dan mampu menyembuhkan orang buta sejak lahir, hal tersebut tercantum pada Kitab Suci Al Qur'an surah Al- Ma'idah ayat 110. Keempat, Nabi Isa adalah nabi yang diutus Tuhan saat hari akhir atau kiamat telah tiba dan hal tersebut tercantum pada Kitab Suci Al Qur'an surah An Nisa ayat 159.

Artikel di atas saya kutip dari berbagai sumber hanya sekedar menjadi pembuka saat saya dengan sepenuh hati ingin mengucapkan SELAMAT MEMPERINGATI HARI NATAL kepada saudara-saudara saya umat Kristiani. Semoga damai dan sukacita Natal selalu menjadi berkat bagi umat Kristiani dan kita semua.

Salam damai dan sejahtera seluruh umat manusia.

Salam SATU Indonesia

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Saturday, December 14, 2019 - 17:30
Kategori Rubrik: