Nasihat untuk Anak Presiden

Oleh: De Fatah
 
Mas Gibran,..sampean anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya untuk memonopoli perdagangan cengkeh. Membeli dari petani dengan murah dan menjual ke pabrik rokok dengan mahal. Impor mobil dari Korea, kasih label jadi mobil Nasional.
Mas Kaesang jangan juga ketinggalan, gak perlu jualan pisang. Minta Bapak mengeluarkan Inpres, agar Mas Kaesang memperoleh hak untuk televisi, bahkan satelit sebagaimana yang dilakukan Bambang Trihatmodjo dulu.
 
Mba Kahiyang Ayu, ngapain repot daftar PNS? Mending datangi Kasum TNI dan minta semua pembelian senjata, panser dan pesawat Sukhoi perusahaan sampean yang ngurus. Sebagaimana dilakukan Mba Tutut Suharto.
Mas dan Mbak anak Presiden, contoh diatas baru seupil dari contoh bisnis anak Presiden. Gak perlu sama persis dengan Mas Bambang Trihatmodjo yang semasa bapaknya dia mempunyai ratusan perusahaan. Meliputi bisnis darat, laut, udara , dari asuransi, perhotelan, industri pariwisata, industri kimia, pabrik farmasi, otomotif, industri pakan ternak, industri kimia pertanian, pabrik minyak makan, dan beberapa pabrik.
Tak perlu juga seperti Om Tommy saking nafsunya sampe bunuh hakim agung. Tak perlu juga seperti Mba Tutut, misal mendatangi menteri PUPR untuk meminta proyek jalan toll sepanjang Sumatra, sebagaimana yang diminta Tutut di toll lingkar Semanggi - Priok dan pulau Jawa.
Cukup 5 atau 6 perusahaan, tapi yang strategis mengatur duit negara, biar sampean tajir melintir, gak perlu ngoyo jualan. Langsung meroket masuk dalam deretan orang kaya baru dari jalur anak Presiden.
 
(Sumber: Facebook De Fatah)
Wednesday, July 1, 2020 - 22:30
Kategori Rubrik: