Nasib Rizieq Shihab Tinggal Tunggu Waktu

ilustrasi

Oleh : Putu Wina

Memang tidak ada habisnya ngomongin manusia satu ini. Jalan hidupnya memang sudah begitu selalu bikin pusing negara-negara dimana dia tinggal.

Di Indonesia bikin ulah, di Arab Saudi pun juga sebelas dua belas sehingga pemerintah Arab Saudi harus extra kerja keras mengawasi manusia satu ini.

Tukang bikin gaduh pemecah umat dimanapun bertengger tetap saja aura biang keroknya akan muncul dengan sendirinya. Di Negara orangpun masih bikin ulah.

Setelah kasus pencekalan Rizieq oleh pihak Imigrasi Indonesia, akhirnya terkuak sepak terjang Rizieq selama ini di Arab Saudi.

Semuanya menjadi terang benderang. Di Arab Saudi, Rizieq Shihab melakukan gerakan politik yang bagi pemerintah Arab Saudi membahayakan keamanan negara mereka...!!!

Akibatnya gerak-gerik Rizieq pun diawasi dengan sangat ketat oleh Pemerintah Arab Saudi. Sekarang Rizieq sudah tidak bisa menerima tamu lagi tamu-tamu dari Indonesia, baik itu tamu-tamu GNPF, FPI, maupun para politisi busuk di negeri ini.

Sebelumnya Rizieq dengan leluasa bisa menerima tamu-tamu dari tanah air, khususnya para politisi kaum bumi peang binti kampretus erektus, Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Sohibul Iman.

Rizieq kini sudah tidak bisa ketawa ketiwi lagi, tidak bisa cipika cipiki lagi dengan para tamu-tamunya yang menyanjungnya setinggi langit karena nasibnya itu di Arab Saudi kini diujung tanduk.

Rizieq bisa saja sewaktu-waktu ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi dan menjebloskannya ke penjara, lalu dihukum rajam atau hukum pancung.

Rizieq pernah diringkus dan diperiksa di markas intelijen Arab Saudi di Mekah dan dijebloskan ke penjara selama 4 jam lamanya sebelum dilepas.

Petugas Reskrim Arab Saudi menangkap Rizieq Shihab karena memalsukan Iqomah (dokumen ijin tinggal). Rizieq Shihab dihadang setelah selesai makan di Restaurant.

Bagi pemerintah Arab Saudi, Rizieq Shihab adalah Residivis dan buronan yang sangat berbahaya bagi keamanan Arab Saudi karena melarikan diri dari Indonesia ke Arab Saudi. 
Ini namanya keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.

Bukan hanya pemalsuan dokumen ijin tinggal saja, tapi Rizieq juga diawasi karena pemerintah Arab Saudi tahu bahwa si Rizieq Shihab ini adalah pelaku ujaran kebencian dan inisiator demo-demo anarkis.

Dan yang bikin pemerintah Arab Saudi ekstra hati-hati si Rizieq ini mendukung ISIS...!!! Pihak Intelijen Arab Saudi juga mengetahui bahwa Rizieq memiliki misi melontarkan propaganda politik dari Arab Saudi untuk mengacaukan Indonesia.

Selain itu, Rizieq juga melakukan tindakan berupa pencucian uang demi kepentingan politisi korup di Indonesia. Rizieq disebut sebagai seorang Bughot atau pemberontak terhadap pemerintah Indonesia yang sah.

Intelijen Arab Saudi juga tahu bahwa Rizieq ini merupakan inisiator demo-demo anarkis anti Amerika Serikat sejak tahun 2000 yang silam. Rizieq juga diketahui sebagai pimpinan pelaku sweeping warga Amerika Serikat yang tinggal di Indonesia.

Bagi pemerintahan Arab Saudi Rizieq ini adalah tokoh radikal yang sangat berbahaya. Selain mendukung ISIS, Rizieq juga sering menggelar pengajian gelap tanpa ijin selama dia tinggal Arab Saudi.

Ceramah-ceramah gelapnya itu tidak mengajarkan orang untuk berbuat baik, akan tetapi hanya berupa provokasi dan ancaman-ancaman saja. Ulama-Ulama Arab Saudi yang radikal saja diringkus aparat keamanan Arab Saudi, apalagi Rizieq ini yang notabene adalah orang asing yang tinggal di negara mereka.

Bagi Anda yang belum tahu, pemerintah Arab Saudi saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan penangkapan-penangkapan terhadap para ulama garis keras di Arab Saudi untuk menjaga keamanan negara mereka.

Inteligen Arab Saudi tentu saja bukan sekumpulan orang dungu yang tidak tahu ulah Rizieq Sihab selama ini. Tentu saja jaringan inteligen Arab Saudi bekerja demi menjaga keamanan negara mereka.

Pencekalan Rizieq ke luar negeri bukan hanya terkait kasus ijin tinggal saja, akan tetapi lebih dari itu. 
Rizieq adalah pendukung ISIS dan selama ini dia berhubungan dan melakukan kerjasama dengan organisasi teroris Hamas di Gaza...!!!

Selain itu, Rizieq Shihab juga diketahui Intelijen Arab Saudi berhubungan dengan tokoh beraliran sufi yang sangat diawasi oleh pemerintah Arab Saudi.
Parah memang...!!!

Rizieq Shihab juga diketahui mengumpulkan dana dari Arab Saudi untuk kegiatan teroris di Indonesia. Tentu saja intelijen Arab Saudi sudah tahu semua kegiatan Rizieq Shihab selama dia tinggal di Arab, sehingga gerak-geriknya diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah Arab Saudi.

Kita semua tahu bahwa Rizieq ini adalah orang yang sangat anti Amerika Serikat yang selalu disebutnya sebagai kafir kopar kapir kopar kapir itu. Dia memprovokasi massa untuk membenci dan boikot Amerika Serikat.

Setelah kabur ke Arab Saudi baru kini dia kena batunya. Rizieq tidak menyangka kalau Amerika Serikat itu adalah mitra luar negeri setia Arab Saudi.

Sekarang dia pusing tujuh keliling. Mau kabur dari Arab Saudi sudah tidak bisa lagi karena dicekal. Jantungnya deg-degan setiap saat karena bisa saja pemerintah Arab Saudi menangkapnya dan menyerahkan Rizieq Shihab ke pihak Amerika Serikat jika sewaktu-waktu diminta oleh Amerika.

Arab Saudi merupakan negara yang sangat ketat dan tidak ada toleransi terhadap penyalah gunaan ijin tinggal. Sialnya Rizieq Shihab ini dia diketahui melindungi para TKI dan TKW yang tidak punya dokumen ijin tinggal di Arab.

Dari serangkaian kesialan-kesialan yang dialami Rizieq Shihab di Arab Saudi sana, itu artinya dia kini mengalami apa yang dinamakan hukum karma dan hukum tabur tuai. Jokowi dan Ahok telah bekerja dengan baik selama ini malah ditudingnya aneh-aneh.

Di Indonesia para pendukungnya menuding pemerintahan Jokowi melakukan kriminalisasi terhadap ulama. 
Sekarang saya tanya berani apa tidak manusia-manusia 212 itu menuduh pemerintah Arab Saudi mengkriminalisasi Ulama...??!

Kini hukum karma dan hukum tabur tuai menimpanya. Apa yang ditabur itu yang dituai. Karena ada tertulis, barangsiapa menabur angin, maka ia akan menuai badai.

Mengaku keturunan nabi, mengaku tamu kehormatan Raja Salman, mengaku punya Visa khusus dari Kerajaan Saudi Arabia dan masih banyak lagi bualan-bualan lainnya yang ditelan mentah-mentah oleh para pasukan kampretus erektus Petamburan.

Yang jelas negara sekaliber Arab Saudi berhak memproses hukum, menginterogasi warga negara lain yang tinggal di negaranya, apalagi si Rizieq ini tersebut punya track record yang tidak baik dan terlibat masalah hukum di negara asalnya.

Dimana bumi dipijak, disitu langit wajib dijunjung. Jangan samakan Arab Saudi dengan Indonesia yang bisa seenaknya diobok-obok. Dipikirnya di Arab Saudi itu bisa seenak udel semau-maunya bebas rapat bahas politik, bebas ceramah-ceramah provokasi dan maki memaki.

Sumber : Status Facebook Putu Wina

Wednesday, May 15, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: