Nasib Rancangan KUHP

ilustrasi

Oleh : Sari Musdar

RKUHP itu sudah jadi wacana puluhan tahun, bahkan jadi pembahasan hangat sejak gue masih kuliah hukum saat masih kinyis2.

Materinya sudah selesai dari tahun 1993, sebelum gue masuk FHUNPAD, terus saat pemerintahan SBY sudah akan dibahas, tapi ngga jadi.

Gue ingat banget dulu pas kuliah Hukum Pidana dosen gue sempat ngulas 'keanehan' beberapa pasal, yang paling dibahas dulu sih pasal tentang tindak pidana santet.

Jadi gini, KUHP kita itu ngambil KUHP Belanda, kuhp belanda juga mengadopsi Penal Code Perancis karena Belanda pernah dijajah Perancis. Ya masa kita negara merdeka masih pakai produk hukum kolonial.

Gue bingung aja diantara ratusan pakar hukum yang pintar, kok bikin RUU seperti itu, padahal menurut dosen gue, Prof Mochtar Kusumaatmaja, hukum itu harus memperhatikan norma sosial, filosofis dll serta mempunyai azas keadilan. Kurang lebih gitu deh

Lagian bikin produk hukum kok kayak ngga mikir panjang dan bijak. Mau dikebut berapa minggu ? Ini produk hukum untuk seindonesia lho, dan ngga cuma untuk sekian tahun, karena bikin produk hukum kan ngga murah. Lha yang praktisi HRD aja bikin PKB bareng serikat pekerja mesti hati2, bahasannnya alot, ini produk hukum yang akan mengatur hajat hidup orang banyak seolah2 dibikin asal2an.

Gue bukan pakar hukum, cuma kok aneh ya, produk hukum bisa saling bertentangan gini, RKUHP dengan pasal 34 UUD 45, dan dengan RUU PKS.

Masalahnya kan gak semua anggota DPR RI paham hukum. Jadi gue berharap ke pak Jokowi lebih bijak dalam pembahasan RKUHP ini. Jangan mau disetir DPR RI. Tapi gue pesimis sih lihat MENKUMHAM. Makanya pak, besok pilih MENKUMHAM yang bagus, jangan orang parpol kalau bisa, eh boleh deh orang parpol, asal bagus.

Penasaran sih ini anggota DPR RI tumben2an rajin, bukan dalam rangka kejar setoran kan ?

Sumber : Status Facebook Sari Musdar

Friday, September 20, 2019 - 19:30
Kategori Rubrik: