Nasib FPI dan Habib Rizieq Setelah Demo 4 November

Oleh: Irfan Nurudin
 

Beberapa waktu lalu, setelah demo-demo, saat gue puasa status, banyak yang inbox aku agar aku menyarankan Pak Jokowi mau bertemu, atau setidaknya mengundang Habib Rizieq ke istana, (Wah yang nginbox ini lagi kesurupan apa mendem? ngira gue ini Watinpres. Sebejat-bejatnya wali Iik Fikri pun gak ada yang nyuruh dia untuk kasih saran Jokowi). Sebab mereka memandang semua persoalan ini hanya bermuara pada Ahok dan Habib Rizieq. Dan semua itu akan kelar kalo Habib Rizieq mau ngadem di Istana, dipikir dengan simpel. 
"Durung wayahe, nanti Jokowi lak ketemu dewe, ra usah disuruh-suruh", jawabku.
"Kapan?"
"Abis lebaran kuda".

Eh, masalah ini tidak sesederhana itu, tidak hanya masalah dugaan penistaan agama, tapi jauh lebih komplek. Kompleksnya titit...titit...titit isi sendiri lah. Kalian bebas beranalisa sebagaimana gue, asal siap dibully. Unsur politik jelas terbaca dan politik itu juga tidak hitam putih, tapi mbruwet, kayak tv hitam putih kena sensor KPI.

Jokowi akan menemui Habib Rizieq? Iya, tapi nanti di batas paling bawah dan ketika FPI dan Habib Rizieq di titik nandhir. Kalo boso Jowone "tego lorone ora tego patine". Kalo dalam waktu dekat tidak dulu, sebab kalo ditemui bakalan tambah mayak dan ngelunjak, dan itu hanya akan menambah kisruh dunia perwayangan saja. Sebagaimana tanaman tidak perlu diperhatiin, telantarkan saja, nanti akan mengering sendiri.

Menurutku demo 411 kemaren itu adalah puncak prestasi dari FPI dan Sang Habib, setelah itu pamor mereka akan semakin anjlok, sebab sampai ke sini masyarakat semakin tahu apa udang di balik demo kemaren dan demo-demo selanjutnya-kalo ada. FPI tidak membela Islam tapi membela kepentingan, dan itu makin tampak nyata. Salah? Tidak juga, itu manusiawi, mengelola ormas sebesar itu memang sayang kalo tidak dipotensikan. Ormas juga butuh biaya untuk tetap bernafas. Tetapi yang jelas di mataku hal itu menghancurkan marwah sebagai front pembela Islam.

Seruan-seruan FPI tidak akan lagi didengar masyarakat, semakin lama semakin tidak terdengar sebab terbawa angin yang malah meluluh lantakkan FPI. Masyarakat semakin cerdas dan tidak ingin lagi mau dibohongi pake agama. Pada saat itulah Jokowi menemui Sang Habib, "Pripun kabarnya Bib" tanya Jokowi sambil mencium tangan Habib Rizieq.

 

(Sumber: Status Facebook Irfan Nurudin)

Friday, November 18, 2016 - 20:30
Kategori Rubrik: