Nasi Goreng Rasis

Karena chef Hersha Patel berasal dari India, sehingga wajar saja kalau dia kemungkinan menggunakan beras basmati. Mungkin kalau saya yang menjadi chefnya, saya akan memakai Rojolele atau beras Cianjur ketika tampil di channel BBC. Lumayan juga untuk memperkenalkan produk kuliner asal tanah air sekalian bisa untuk promosi. Toh kalau saya membuat nasgor dengan menggunakan long grain asal Mexico nga bisa diklaim sebagai Mexican fried rice, jadi nga usah terlalu diurusin asal beras, kok nasi goreng menjadi rasis begini.

Adab bermedsos di Indonesia sepertinya sudah sangat rendah, sampai sekelas bekas mentri kominfo dari partai pengasong khilafah saja bisa berkata tidak sopan dan terjeblos. Saya sering mengkoreksi status atau postingan teman-teman yang lain, tetapi dengan bahasa yang ramah dan kadang saya japri supaya tidak membuat malu yang mengekspos. Dan saya juga sering dikoreksi dengan baik dan mengakui kalau saya keliru serta tidak perlu dengan menggunakan emoji tertawa sampai terengos-engos. Profile boleh saja tampak mentereng dengan sederet data dengan gambar di sebuah restoran mewah, jangan-jangan makan juga masih pake tangan dengan menu rendang jengkol yang rasanya emang mak jos.

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *