Nasehat Syeikh Yusri Jabr al-Hasani bagi penderita Covid

ilustrasi
Oleh : Sheila Ardhiana
Jangan meninggalkan tibbun nabawi, karena tibbun nabawi lebih mudah dan lebih berkah. Dan salah satu pengobatan ala Nabi adalah dengan bersedekah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw “Obatilah orang-orang yang berpenyakit dengan sedekah”. Orang rela membayar mahal agar mendapat perawatan yang bagus, tapi apakah ada orang rela bersedekah dengan nominal tersebut dengan niat mengikuti nasehat Nabi Saw?
Jika seseorang bersedekah lalu sembuh dari penyakit maka ia mendapat keberkahan pengobatan ala Nabi, jika ia bersedekah lalu meninggal maka ia masih mendapat pahala sedekah, karena setiap muamalah dengan Allah pasti untung tidak mungkin rugi. Maka perbanyaklah sedekah di masa wabah ini.
Sebenarnya, orang kaya itu lebih membutuhkan orang miskin, dibandingkan kebutuhan orang miskin kepada orang kaya. Karena hartanya orang kaya jika tidak disedekahkan kepada orang miskin maka akan menjadi penyebab adzab baginya di akhirat. Sedekah itu jugalah yang membersihkannya dari maksiat.
Jika kamu tidak punya harta untuk disedekahkan maka amr ma`ruf adalah sedekah, nahyu munkar adalah sedekah, menasehati orang lain adalah sedekah, menolong orang lain sekecil apapun pertolongan tersebut adalah sedekah, berdoa bagi sesama muslim adalah sedekah: “Ya Allah, ampunilah semua umat muslim yang hidup dan dan yang sudah mati sampai hari kiamat” dengan doa sederhana ini kalian sudah bersedekah kepada banyak umat muslimin.
Rasulullah Saw senang jika umatnya berdoa dengan shidghoh jamak “Ihdinaa shirotol mustaqim (tunjukkan kami jalan yang lurus) bukan ihdini (tunjukkan saya)” berdoalah bagi semua orang, saudara-saudara kita sesama muslim, Doakan bagi semua tanpa terkecuali. Bahkan orang-orang yang bermaksiat lebih butuh pada doa kita. Doakan bagi saudaramu yang bermaksiat jangan malah mendoakan agar Allah swt mengadzab mereka. Rasululah saw mendoakan kaumnya “ya Allah ampunilah kaumku sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.
Perbanyak sedekah, dzikir, menolong dalam kebaikan dan ketaatan, toleran, mengalah dan tidak mementingkan ego pribadi, rendah hati, dan lain-lain. Dekatkan diri kepada Sayyidina Nabi Saw dengan berupaya meneladani akhlak beliau.
Jangan lupa, selalu berdoa setiap keluar rumah, jangan hanya ingat berlindung dengan memakai masker tapi malah lupa meminta perlindungan diri kepada Allah.
Disebutkan dalam hadis “Barang siapa yang keluar rumah dan berucap «bismillah, tawakkaltu ala Allah, wa la haula wa la quwwata illa billah» maka seakan ada jawaban «sesungguhnya Engkau sudah dicukupi dan dijaga»”. Maka, apa lagi yang perlu ditakutkan?
Sedekah = untuk penyembuh penyakit
Dzikir = sebagai penjaga
Baca wirid ini:
تَحَصَّنْتُ بِذِي الْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَاعْتَصَمْتُ بِرَبِّ الْمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْتُ عَلَى الْحَيِّ الذِّي لَا يَمُوْتُ،
اِصْرِفْ عَنَّا الْأَذَى إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 3x
Sumber : Status Facebook Sheila Ardiana, Lc
Tuesday, January 19, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: