Nasdem Bikin Jokowi Panas Adem

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Jarang sekali Presiden Jokowi menyentil urusan dapur partai lain. Biasanya malahan Jokowi yang diundang untuk meredakan saling sentil di internal partai. Golkar misalnya, rebutan ketua umum langsung adem begitu Jokowi datang setelah memastikan menterinya dapat posisi. Tapi beda dengan yang kali ini.

Jokowi dalam pidato HUT ke 55 Golkar menyentil Surya Paloh. Dikatakan Presiden, wajah Surya yang terlihat lebih cerah karena habis berangkulan dengan Sohibul PKS. " Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ucap Presiden.

Jokowi kemudian bercerita telah menanyakan maksud pertemuan Surya dengan PKS paat keduanya bertemu di ruang tunggu. "Saya tanya ada apa tapi jawabnya lain waktu. Saya tanya dong karena beliau masih di koalisi pemerintah," kata Presiden.

Komentar ini bisa diartikan sebagai ketidaknyamanan Presiden melihat manuver NasDem belakangan ini. Yang bengal dan bandel meski sudah dikasih jatah 3 menteri. Padahal partai-partai lain anteng adem ayem di kursi mereka masing-masing sambil senyam senyum. Sudah bisa dikendalikan Jokowi lah. Istilah gampangnya.

Pemerintah dan Parlemen sudah juga dikuasai. Tinggal kepok palu saja tho apapun kebijakan Jokowi.

Namun rencana itu ternyata tidak bisa mulus sesuai keinginan Jokowi.

Adalah Nasdem yang sedemikian rupa bermanuver bahwa dia tidak bisa disetir. Jatah menteri adalah bayaran pantas buat Nasdem yang ketika kampanye pilpres mendukung Jokowi sampai berdarah-darah. Disaat partai pendukung, tidak menyertakan foto Jokowi dalam spanduk dan banner, Nasdem melakukan itu.

Jadi mungkin saja Nasdem berfikir memang kita terima diikasih jatah menteri, namun itu bukan berarti Nasdem harus mengekor Jokowi. Apalagi PDI P yang terus mesra menjalin kasih dengan Gerindra. Jokowi tahu. Nasdem juga tahu.

Jadi sikap Nasdem ini membuat Jokowi serba serba salah. Memang bisa dicopot semua menteri NasDem. Tapi itu akan menimbulkan luka politik dalam koalisi. Golkar akan melakukan manuver membela Nasdem langsung atau tidak langsung karena jika Nasdem keluar kabinet, dia sendirian. Tidak ada kawan satu ideologis yang satu sama lain sudah tahu sama tahu bagaimana mencapai keuntungan bersama.

Jadi, tak masalah bagi NasDem menterinya dicopot atau tidak , asal bisa jadi kekuatan penyeimbang agar PDI P dan Gerindra tidak jalan melenggang. Baik di pemerintahan atau Parlemen.

Nasdem agaknya ingin memastikan akan jadi kerikil dalam sepatu Jokowi. Sama dengan PKS ketika masuk pemerintahan jaman SBY. Tidak bisa disingkirkan. Karena perannya signifikan.

Dan Jokowi harus kerja keras mengatasi friksi yang disebabkan oleh ulah NasDem. Terutama dari PDIP yang mengambil jarak. Ini harus dilakoni Jokowi, sebagai konsekuensi model kabinet bentukannya yang transaksional, yang akan membuat dia panas adem.

Utamanya karena NasDem.

Yang harus kita akui pinter banget ngerjain Jokowi.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, November 10, 2019 - 19:15
Kategori Rubrik: