Narkoba, China dan Perang Candu

Oleh :Erizeli Jely Bandaro

Tahukah anda bahwa hampir setiap obat sintetis yang dapat di beli di dunia ini secara legal atau tidak sah, mulai dari katarsin hingga obat steroid sampai obat jantung yang diresepkan dokter berasal dari China dan India. Bahkan melalui situs web china anda bisa memesan fentanil sejenis obat aditif penyebab kematian akibat overdosis. Mengapa ? Karena dua negara ini riset obatnya sangat luas dan mereka berusaha untuk mandiri di bidang pharmasi. Maklum kalau kedua negara ini pharmasi nya tergantung asing, dengan penduduk diatas 1 miliar maka bisa bangkrut mereka oleh kapitalis pharmasi. Itu sebabnya industri kimia di china dan India sangat longgar regulasi nya dan pabrikan mendapat subsidi dari pemerintah agar menghasilkan produk yang efisien.

Walau pemerintah china mengawasi dengan ketat pabrik obat dan kimia namun kreatifitas jenis bahan kimia dan obat yang dihasilkan jauh lebih cepat dibandingkan dengan daftar ilegal jenis obat yang diterbitkan pemerintah china. Makanya pemerintah cina sendiri kesulitan untuk mengawasinya. Apalagi pemerintah tidak mungkin mengorbankan pembangunan kemandirian industri pharmasi karena alasan kawatir berlebihan penyalah gunaan izin. Apalagi ancamannya adalah hukuman mati. Tetapi dampaknya adalah membanjirnya beragam jenis narkoba sistetik didunia tak bisa di hindari. Makanya banyak negara protes kepada china dan India sebagai produsen obat sintetik.

Bagaimana solusinya ? pemerintah china minta semua negara mengirim polisi anti narkotiba ke china dengan membawa bukti bahwa jaringan narkoba yang tertangkap di negara tersebut mendapatkan bahan obat ilegal dari pabrik di china. Dengan bukti itu maka pemilik pabrik dapat di hukum mati. Atau kalau polisi dari negara konsumen narkoba punya target pabrik obat atau sindikat obat yang dicurigai maka dapat mengirim petugas ke china dan pemerintah china akan membantu proses investigasi tersebut. Yang jadi rumit adalah pabrik pabrik itu memproduksi hal yang legal sebagaimana izin yang mereka miliki. Lantas bagaimana narkoba bisa dihasilkan?

Narkoba itu di produksi di daerah Mekong ( Laos ) yang berbatasan dengan china. Hanya Border sejengkal , truk bahan kimia sudah bisa memasok ke pabrik narkoba di wilayah Mekong. Pabrik bahan kimia china menjadi suplai chain dengan izin ekspor bahan kimia legal. Kalau anda pernah berkunjung ke lembah Mekong anda akan maklum bahwa wilayah itu memang strategis untuk produksi narkoba. Karena wilayahnya yang terisolir dan masyarakatnya sangat buta pengetahuan. Apalagi pejabatnya semua bisa disuap. Di Mekong inilah menjadi hub antar sindikat perdagangan obat terlarang yang berasal dari Asia, Eropa dan AS. Produksi nya bukan hanya dipasarkan ke ASEAN tetapi juga ke china. Bahkan melalui jalur perdagangan kuno atau jalur sutra, dari Mekong ini tembus ke Eropa dan terus ke AS.

Di china, ada tiga musuh negara yaitu korupsi, demokrasi dan narkoba. UU china terhadap narkoba adalah hukuman mati bagi penjual maupun pemakai. Setiap tahun lebih 2 juta orang di hukum mati di china karana narkoba. Jadi kalau ada bilang bahwa china sengaja mengirim narkoba ke negara lain dalam rangka perang candu itu terlalu sering onani politik lewat teori konspirasi kuno. Engga mungkin negara modern seperti china ingin mengusai dunia dengan candu atau narkoba.

 

Pahamkan sayang

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

 

 

Monday, March 5, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: