Narcisstic : Personality Disorder

ilustrasi
Oleh : Munawar Khalil
Awalnya NPD ini kami pikir bukanlah penyakit. Hanya semacam kondisi seseorang yang mengalami perasaan super, lebih baik dari yang lain, haus pujian, senang dibisiki, phobia terhadap kritik, dan paling tidak suka jika ada orang lain yang sama apalagi lebih unggul. Baik itu kecerdasan, kemampuan manajemen, popularitas, disukai lawan jenis, dan materi tentu saja.
Ternyata, ini adalah sebuah gangguan mental dan sebenarnya perlu diobati. Tujuannya tentu agar ia bisa bahagia. Apakah mereka tidak bahagia? Tiap orang kalau ditanya apakah dia bahagia, tentu saja ia akan menjawab "Ya, aku bahagia" dengan semua yang ia miliki. Sebenarnya belum tentu. Justru karena ia butuh pengakuan orang lain lah ia merasakan bahwa apa yang ia capai sama sekali tidak membuatnya bahagia.
Orang yang mengalami penyakit ini akan menganggap dirinya lebih penting dari orang lain. Karena ia memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji dan dibanggakan. Hingga pada akhirnya ia memiliki empati yang rendah terhadap kinerja orang lain diluar kelompoknya.
Nah, saat ini banyak dari kita tengah mengalami fase NPD ini. Artinya kita belum selesai dengan diri kita. Melakukan sesuatu karena ingin diakui, dipuji, dan ingin dikatakan hebat. Ujungnya, tentu saja kita keteteran mengejarnya.
Bagaimana cara menghentikannya? Ada tiga cara. Pertama mengevaluasi dan koreksi diri, (sayangnya, sebagian kita merasa tidak mengalami penyakit ini, apalagi mengobatinya). Kedua ke psikiater. Dan ketiga dengan obat-obatan.
Saya, anda, dan kita semua mungkin tidak sadar telah menjadi salah satu dari pengidap gejala ini yang dalam hierarki kebutuhan Maslow menempati puncak paling tinggi setelah empat fase lainnya.
Sumber : Status Facebook Munawar Khalil
Tuesday, February 23, 2021 - 11:45
Kategori Rubrik: