Nanti Nggak Viral

Oleh : Muhammad Jawy

Dalam sebuah acara debat di sebuah TV, seorang pengamat menyebutkan bahwa hoaks itu, meski tidak baik, adalah hal yang tidak bisa dihentikan dalam konteks kampanye. Ia menggunakan teori siapa yang diuntungkan. Hoaks itu bisa menguntungkan elektabilitas yang menyerang, tapi bisa juga yang diserang. Ia mencontohkan Jokowi yang diuntungkan karena adanya Obor Rakyat. Ia seperti tutup mata, tak hanya Jokowi yang nyaris kalah karena diserang fitnah PKI dan anti Islam pada 2014, tapi hoaks itu nyaris memantik konflik horizontal masyarakat.

Saya menanggapi dengan keras, saya sampaikan, saya sangat kecewa jika hoaks hanya dihubungkan dengan persoalan elektabilitas. Karena siapapun yang menang dengan menggunakan hoaks, bangsa dan rakyat menanggung kekalahan. Luka yang digoreskan akibat hoaks dan fitnah, itu jauh lebih dalam ketimbang sukanya pasangan yang menang dengan menggunakan hoaks. Nggak sebanding kemenangan yang hanya berlaku 5 tahun dengan potensi konflik masyarakat yang dibuka akibat hoaks.

Setelah itu, beberapa perdebatan keras muncul. Ia juga tampaknya tidak paham dengan definisi hoaks dan juga bagaimana artikel narasi kontrak hoaks disusun. Sampai akhir acara pun, di ruang tunggu, saya menantang keabsahan teori untung rugi yang ia paparkan. Saya tunjukkan kasus situs skandalsandiaga dot com. Saya tanya, siapa yang dirugikan? "Tentu saja Sandiaga." Kenapa tim Jokowi juga ikut menyerukan supaya situs itu ditutup? Ia diam.

Keluar gedung bersama, ia menyampari saya yang masih berwajah kesal, dan menyampaikan. "Jangan diambil hati, kalau nggak gitu (pakai debat keras), nanti nggak viral".

Upppf. Saya bukan pemain sinetron, saya anggap acara seperti itu juga bukan sinetron, karena buat saya misinya adalah bagian dari edukasi dan membangun opini publik tentang pentingnya melawan hoaks bersama. Jauh-jauh dari Jogja ke Jakarta, nitipin anak ke sepupu, saya tidak untuk bermain drama di depan publik

Sumber : facebook Muhamad Jawy

Friday, October 19, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: