IN THE NAME OF LOVE ( Belajar dari NTT )

ilustrasi
Oleh : Irene Indah
Sejak kedatangan Presiden Jokowi ke NTT , medsos ramai oleh berita2 seputar kunker itu.
Photo, video dan tulisan2 yang menyentuh hati in the name of love banyak tersebar.
Di sisi lain, ada pihak2 yang tidak sreg dengan pemandangan di sana, dan menginginkan sang Presiden diproses secara hukum.
Dalam tulisan ini saya ingin fokus pada reaksi warga NTT. Begitu banyak tulisan yang saya baca . Kebanyakan warga NTT menyampaikan jika mencari kesalahan atas peristiwa kerumunan di sana, merekalah yang patut dipersalahkan. Tulisan2 itu jujur sebagaimana pengakuan mereka diserta kronologi tiap moment dan juga dasar alasan mereka melakukan semuanya.
In the name of love.
Saya hanya membayangkan jika saya jadi warga sana. Ada yg cerita bahwa belum pernah ada Presiden Indonesia datang ke sana. Ini untuk pertama kali kami menyambut Presiden yang kami cintai. Kami seharusnya bisa menyiapkan 'pesta' penyambutan yg begitu meriah. Karena situasi pandemi, kami tidak boleh menyiapkan ' pesta '.
Kubayangkan keindahan tarian dengan nuansa budaya yang akan mereka suguhkan, jamuan makanan khas NTT nan lezat dsb.
Sebagai rakyat jelata, sayapun bisa membayangkan seperti apa kegembiraan mereka.
Melihat beberapa tayangan video sesaat sebelum pesawat Kepresidenan mendarat saja, saya juga merinding. Sebegitunya rasa cinta mereka.
Apa yang bisa saya petik dari semuanya? Banyak. Salah satunya adalah jiwa ksatria warga di sana yang ramai- ramai menyuarakan bahwa merekalah yang patut dipersalahkan. Bahkan jika ingin dihukum, mereka siap menjalaninya asal bukan sang Presiden yang dipermasalahkan.
Biasanya, jika keadaan kurang menguntungkan, terkadang orang memilih bersembunyi. Alih alih mengakui kesalahan atau berniat menanggungnya. Tetapi tidak begitu bagi warga NTT.
Terimakasih, NTT
Sumber : Status Facebook Irene Indah
Saturday, February 27, 2021 - 14:00
Kategori Rubrik: