Nama Ibu Kandung

ilustrasi

Oleh : Desrinda Syahfarin

Saya punya dua nomor ponsel @Telkomsel (yang satu Kartu Halo pascabayar dan yang satu lagi Simpati prabayar).

Beberapa kali bolak balik ke Grapari buat ganti SIM card, jadi familiar dengan proses customer service yang sedemikian gampang bisa mengakses semua data pribadi karena pasti minta KTP (lalu dibawa ke tempat lain buat difotokopi entah berapa kali, entah berapa lembar yang dia comot buat disimpan sendiri).

CS officer itu jadi bisa tahu semua data pribadi saya (nama lengkap/tanggal lahir/alamat rumah) yang terpampang semua di layar komputernya, dia punya fotokopi KTP saya, dan pasti selalu menanyakan "nama ibu kandung" yang kadang saya berat menyebutkan karena ini adalah semacam password memastikan bahwa saya adalah orang yang berhak atas nomor ponsel itu. 

Seringkali saya tertegun, lihat kanan kiri dulu, lalu saya jawab dengan berbisik supaya nggak ada petugas atau pelanggan lain yang mencuri dengar.

Bisnis kepercayaan ya. Telkomsel harusnya bisa menjamin bahwa seluruh stafnya nggak akan main comot data pribadi orang lalu disebar-sebar begitu. Setahu saya, misalkan saya ingin minta data itu secara resmi, panjang prosedurnya sehingga baru bisa dapat data pelanggan Telkomsel yang lain kalau ada perintah resmi dari kepolisian atau pengadilan, nggak bisa minta secara perseorangan.

Masih bisakah kita percaya keamanan data kita di Telkomsel kalau ternyata ada stafnya sejahat pegawai Grapari di Wonokromo itu?

Sumber : Status Facebook Desrinda Syahfarin

Sunday, July 12, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: