Nama Anak Ke Arab-Araban

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Apakah memberi nama anak harus dengan nama yang baik? Pastilah itu.

Apakah menamakan anak harus pakai bahasa Arab? Nah, ini dia masalahnya. Kalau sudah bahasa, urusannya masalah rasa. Rasa bahasa Arab berbeda dengan rasa bahasa Indonesia.

Dalam rasa bahasa Arab, nama-nama seperti Ahmad, Muhammad, Hamdan, sangat lazim, indah, bagus, elok dan pantas.

Tapi buat kita orang Indonesia, nama macam itu terkesan kurang keren atau terlalu pasaran. Kurang eye catching.

Maka jadilah saya ketiban pulung ditanya-tanyai melulu urusan arti suatu nama dalam bahasa Arab.

Jadi modusnya begini : si ayah ngarang-ngarang dulu nama-nama yang keren menurut seleranya, kalau sudah dapat yang terkesan bagus dan keren, barulah saya diinterogasi maknanya dalam bahasa Arab. Pusing lah saya mencocok-cocokkan nama itu dalam bahasa Arab di kamus.

Lalu dinamakan lah anaknya itu dengan nama itu, padahal nama itu sebenarnya bukan nama Arab, tapi dipas-paskan begitu saja dgn bahasa Arab.

Lucunya, orang Arabnya sendiri malah tidak pernah memberi nama pada anak mereka dengan nama-nama seperti itu.

Lucu lagi, nama anak pakai 'bahasa Arab', tapi orang Arabnya malah bingung. Karena dalam bahasa Arab, amat tidak lazim memberi nama anak dengan kata2 semacam itu.

Mungkin kalau dibalik, orang Arab ingin kasih nama anak pakai bahasa Indonesia, lalu dia pilih-pilih kata di kamus Indonesia Arab. Ketemulah beberapa nama : Aku Memuji (أحمد), Terpuji (محمد), Pujian (حمدان).

Masuk SD di Jakarta, si anak Arab ditanya sama ibu guru,"Coba kenalkan siapa nama kamu di depan teman-teman".

Si anak Arab itu langsung maju ke depan kelas dan menjawab dengan lantang,"Teman-teman, perkenalkan saya anak baru disini. Oh ya, nama saya adalah : Aku Memuji bin Terpuji bin Pujian".

Ibu guru : #$%&@

Teman-teman sekelas : grrrrhhhhhh....

Si Anak Arab : bengong mode : on

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, August 12, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: