Nakes Jabodetabek Siap Swab Rutin

ilustrasi
Oleh : Agni B Sugiyamto
 
Kemungkinan akan dilakukan sekali dalam setiap bulannya.
Swab PCR adalah metode yamg paling spesifik untuk deteksi berbagai virus dan bakteri. Tergantung primer yang dipakai, untuk mendeteksi apa. Primer SARS COV2 ya untuk mendeteksi SARS COV2..
Hanya saja PCR hanya bisa mengatakan ada virus disana.. Tapi tidak bisa mengatakan ada INFEKSI (virus sudah masuk sel inang dan bereplikasi/menghasilkan anak virus). Apakah virus yang terdeteksi itu masih utuh atau lisis, PCR ini juga tidak bisa bedakan.
Oleh karena itu sekali lagi saya sarankan teman teman nakes semua untuk mulai melakukan irigasi/cuci hidung dengan larutan air garam. Cukup pakai cairan infus 0.9 persen atau menggunakan air matang 250 sd 300 cc plus garam 1 sendok teh ceper.
Apabila virus hanya ngendon di nasofaring, bisa terbilas dengan larutan garam. Tetapi kalau host memang sudah terinfeksi, maka tidak akan membuat hasil negatif palsu karena virus cepat sekali bereplikasi dalam sel inang dan shedding (mengeluarkan anak virus) sehingga hasil akan tetap positif.

Irigasi hidung ini disarankan dokter THT, terutama di masa pandemi. Karena apa.. Karena virus ini bisa ngendon sampai 3 bulan di nasopharynx, berkompetisi dengan mikrobiota di hidung tanpa menyebabkan gejala.

Mencuci hidung adalah upaya/ikhtiar tambahan untuk mengindari infeksi. Virus yang lama menempel dan kemungkinan menjadi virobiota disana bisa kita cuci dengan air garam.
Gambar 1 dan 2 adalah penelitian kecil yang dilakukan praktisi virus di Indonesia, sisa sel vero dan sars cov2 (virus coc**) bisa "bersih" dibilas air garam 0.8 sd 0.9 persen.
Dan RS kami pun akan bersiap menyambut kebijakan IDI dengan melakukan cuci hidung dengan rutin, sebagai ikhtiar tambahan selain cuci tangan dan pakai masker sesuai anjuran dr THT.
Berikut sedikit obrolan kami para dokter di RS.. Saya tutup namanya ya.. Ada dr THT, dr anak, dr kandungan, dr penyakit dalam, dr umum, dll di gambar 4 dst.
 
Sumber : Status facebook Agni B Sugiyamto
Tuesday, September 22, 2020 - 20:15
Kategori Rubrik: