Najwa, SHE dan Anies Suatu Saat Nanti

Ilustrasi

Oleh : Saiful Huda Ems

Najwa: Menurut Mas SHE dan Pak Anies, si Zaadit wasit abal-abal itu protesnya pesanan dari partai mana ya?

SHE: dari PKS.

Anies: Partai politik adalah pilar demokrasi yang tanpanya negara akan sulit untuk bisa mendengar aspirasi rakyatnya. Partai politik adalah wadah bagi warga negara untuk menitipkan aspirasinya hingga nantinya aspirasi itu dapat diperjuangkannya di parlemen. Politisi-politisi itu lahir dari rahim partai politik yang bertugas untuk menenun kebangsaan menjadi kain-kain songket yang sangat berharga dan mahal jika dijualnya...

Najwa: Saya hanya bertanya Zaadit wasit abal-abal itu protesnya pesanan dari partai mana Pak Anies?

Anies: Saya pikir masalahnya sepele, orang-orang itu harusnya diajak bicara, dirangkul hingga dapat kita temukan akar persoalannnya, hingga dengan itu akar bisa dibentuk menjadi barang-barang furnitur yang indah dan mahal harganya. Bayangkan jika itu menjadi meja dan kursi yang diukir oleh para pengukir dari Jepara, maka saya pikir akan sangat bernilai...

Najwa: Sekali lagi Pak Anies, yang saya tanyakan itu Zaadit yang protes pakai kartu kuning hingga nampak seperti wasit abal-abal itu, pesanan dari partai mana?...

Anies: Menjelang Pemilu sebagai wujud dari pesta demokrasi, pesanan kaos, spanduk dan baligo merupakan suatu kewajaran, sebab itulah mengapa becak-becak harus diperbolehkan kembali beroperasi di jalanan Jakarta, karena merekalah yang nantinya membagikan kaos-kaos, dan memajang spanduk dan baligo-baligo itu. Dan demokrasi yang demikian adalah hasil dari rajutan tenun kebangsaaan yang...

Najwa: Mas SHE, yuk kita tinggal saja gaberner ini. Kita ngopi-ngopilah di Kemang...

SHE: Dengan senang hati.

Acara debat di tv dihentikan, Najwa Ayupastila dan SHE keluar studio dan berdua ngopi di Kemang...(SHE).

Bandung, 4 Februari 2018.

Sumber : Status Facebook Saiful Huda Ems

Monday, February 5, 2018 - 20:30
Kategori Rubrik: