Naik Sepeda sambil Ngelem, Masuk jamban

Oleh: Biakto

 

Indonesia bakal dpt award, ada Gubernur gila gak bisa kerja dibiarkan saja.

Seru, sejak pelantikan menteri Indonesia Maju, dan Mendagrinya Tito, APBD DKI langsung melorot, dikoreksi, anggaran buat jamban dari 156 m, terjun ke 10 m. Tapi dana beli lem utk sekolah sebesar 82 m dan budget 73m utk garis berspeda kelihatan akan jalan sesuai rencana.

 

Ini mungkin sebuah proses pembuatan APBD yg melukai keuangan rakyat paling menganga. Kalau sekarang ada anggota DPRD dari PSI yg berteriak lantang, tapi 100 orang lainnya tak tertarik utk bersama berjuang, ya kalaupun mulai ada krn memang seharusnya sejak lama mereka berbicara sbg wakil rakyat, katanya!

Saya ingat anggaran kunker zaman Ahok utk anggota DPRD Jakarta hanya Rp. 8m, begitu Amis jd Gub, anggarannya melesat menjadi Rp.108m, jadi sebenarnya ini sebuah penjarahan tersistim yg dilakukan mereka.

Hal diatas baru dari sudut kerjasama yg mencengangkan antara DPRD dan Gub, serta TGUPP yg konon ada divisi pencegahan korupsi yg diketuai oleh BW ex wakil ketua KPK itu.

Belum lagi membangun dgn cara ugal-ugalan seperti, Waring Sentiong, Bambu Senggama, Batu Jeronjong, skrg ada Belanja Lem Aibon, Ngecat Jalur Speda. Dan membuat Jamban 156m,walau sudah diturunkan, pertanyaannya, ini cara buatnya gmn, DPRD dan orang partai ngapain saja, walau kami tau kalian memang bekerjasama utk menyantap uang rakyat, dan sekarang katanya depisit anggaran Rp. 12,9T, luar biasa kalian bak Singa lapar menyantap daging Onta.

Depisit itu besarnya 3 kali lipat dari dana proyek bendungan Ciawi yg sdg dibangun pemerintah pusat utk pengendalian banjir Jakarta. Sebaliknya Gubernurnya masih suka banyak gaya, malah komen kesenjangan ekonomi Indonesia sbg anggota G20. Ini orang sebenarnya hanya berisi sedimentasi bad moral dalam dirinya, atau sdh sakit kejiwaan yg luar bisa, dan kita membiarkannya. Kita sdh tau semua ini output pilkada jualan agama hasilnya malah kualat ama Basuki Tjahaja Purnama. Inilah akibatnya kalau surga dijual didunia, yg jualan saja disuruh duluan menolak semua. 

Pak Tito ditempatkan sbg Mendagri kita tau arahnya kemana, tapi utk Jakarta jgn tunggu lama. PSI, anak-anak muda ini sdh memulai utk menggebrak, transfaransi anggaran yg pernah dibuat Ahok hrs kembali ada, kenapa selama ini jd tak ada, ya karena mrk ada hiden agenda, ngerampok bersama, hal ini tak bs dibiarkan lama, karena uang rakyat itu bukan milik mereka dan bukan warisan nenek moyangnya.

APBD Jakarta hrs terang benderang dimata rakyat agar bisa menggantikan fungsi check and balanced DPRD yg sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

JANGAN BIARKAN JAKARTA DIKEROYOK KERA KARENA JAKARTA MASIH ICON INDONESIA, JAKARTA HARUS MENDUNIA YG SUDAH LAMA KALAH DENGAN SURABAYA.

HEHE, MEMANG BEDA ANIES DGN RISMA.

 

(Sumber: Facebook Biakto)

Friday, November 1, 2019 - 22:30
Kategori Rubrik: