Nafsu Kekuasaan Itulah yang Abadi

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin
Demi ambisi buas bapaknya akan kekuasaan,  anaknyapun jadi korban, karir anaknya hancur, disuruh berhenti bapaknya utk menjadi Cagub JKT, bapaknya berfikir jika anaknya menang dan menjadi Gubernur maka itu hanya utk sebagai batu loncatan saja utk selanjutnya menjadi Capres, seperti Jokowi yg menjadi Gubernur kemudian jadi Capres dan menjadi Presiden.

Beye teryata tdk pernah berfikir bahwa jalanannya takdir itu tdk pernah sama dan anaknya gagal total, skenariopun berantakan, meskipun Beye sudah keluar uang sgt banyak utk membayar pasukan nasi bungkus utk berdemo full sara, demo berjubah agama. Beye nafsu buas kekuasaannya tidak pernah berkurang, lalu satu keluarganya dia rekayasa menjadi penguasa partai, menjadi partai keluarga. Beye itu sewaktu menjadi Capres dan kemenangannya itu karena memakai politik busuk Playing Victim, sehingga masyarakat tertipu. Dan sekarang partainya terbelah, kisruh dihantam masalah.

Semua itu hasil dari apa yg ditanam, jika menanam pohon kebaikan maka buahnya juga kebaikan dan jika menanam pohon kejahatan maka buahnya juga kejahatan. Cepat atau lambat kebenaran pasti datang, hanya menunggu waktu saja, Tuhan pasti membuktikannya.

Beye hanyalah salah satu contoh bahwa nafsu kekuasaan itulah yang abadi. Kekuasaan tidaklah pernah abadi, nafsu kekuasaan itulah yg abadi. 

Beye, Amin, Din, JK, Gatot, dll, mereka semua sudah berumur tua tetapi tetap buas dgn nafsu  kekuasaan. Kebuasan mereka telah membutakan hati mereka meskipun mereka sudah tua, bukti bahwa nafsu kekuasaan itulah yg abadi, sedangkan kekuasaan itu sendiri tidak pernah abadi.

Kekuasaan tidak pernah abadi, sejarah dunia telah membuktikan, dari sebelum Masehi sampai sekarang, sehebat dan sekuat apapun kekuasaan, Yunani, Romawi, Viking, Alexander The Great, Jenghis/Genghis Khan, Kerajaan2 China, Kerajaan2 India, kerajaan2 Indonesia, semuanya pd akhirnya runtuh/hancur dari kejayaan, hanya tinggal kenangan, cerita dibuku sejarah. Pangeran membunuh Rajanya demi kekuasaan, menyerang kerajaan lain demi menambah luasnya kekuasaan, peperangan demi peperangan, tangan dunia penuh darah, semua itu demi nafsu kekuasaan yg abadi, sedangkan kekuasaan itu sendiri tidak pernah abadi.

Nafsu kekuasaan itulah yg abadi.
Tidak ada jabatan didunia ini yg perlu dipertahankan mati-matian, kekuasaan tidak pernah abadi, nafsu kekuasaanlah yg abadi.
Tetap dipenjara nafsu itu atau keluar dari penjara nafsu itu.
SALAM DAMAI.
ROF SIN.
Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Tuesday, March 9, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: