My scattered thoughts on Joker 2019

ilustrasi

Oleh : William Budiman

Salah satu film terbaik yang membuat berpikir setelah selesai nonton. Jarang film yang meninggalkan after taste begitu linger, bahkan End Game pun tidak.
.
Senang rasanya, salah satu tokoh villain yang iconic berhasil dibuat origin story yang memuaskan. Apa yang coba dilakukan oleh Lucas Film terhadap Darth Vader di film Star Wars Eps 1-3, gagal menyamai hasil dari 1 film Joker ini.
.
Film Joker ini bagi saya tidak berusaha membuat kita berempati dan mendukung tindak kekerasan dan kejahatan. Bukan berusaha menampilkan sosok Joker sebagai hero. Tapi film ini berusaha menunjukkan sebuah peringatan bahwa ada yang perlu diubah dalam masyarakat sebelum Joker-Joker lainnya muncul.
.
Film Joker ini getir dan disturbing karena film ini berani menampilkan "foto-foto" kenyataan sosial dan kondisi kesehatan mental dengan gamblang. Semua fenomena nyata dan sangat mungkin kejadian di film untuk menjadi kenyataan, that is why this film so disturbing.
.
Budaya bullying secara verbal/non-verbal kepada orang lain (termasuk nyinyir ga pakai hati di sosial media) merupakan budaya yang berbahaya, yang bisa melahirkan Joker-Joker di dunia nyata. Netijen kita bagaimana nih?
.
Film Joker menunjukkan pentingnya kesehatan mental. Carilah bantuan profesional kalau teman-teman merasa tidak baik secara psikologis. Dan please jangan anggap remeh jika ada teman dan keluarga kamu yang benar-benar sedang mengalami bad day demi bad day dalam suatu periode, baik dia mengeluh/curhat atau hanya diam namun terjadi perubahan perilaku.
.
Film Joker menunjukkan bahwa seseorang tidak pernah langsung menjadi "jahat" atau teroris tanpa adanya sumbangsih dari society dan sistem sosialnya. Jadi inget film Rise of Evil yang menceritakan kisah Hitler dari kecil, menggapai kekuasaan, dan sampai meninggal. Film 3 jam yang menunjukkan bagaimana sebuah kejahatan (evil) muncul karena dibidani oleh kondisi sosial masyarakat juga. Tidak ada yang lahir langsung jahat.
.
Kekerasan terhadap anak di masa kecil meninggalkan trauma yang berdampak panjang sampai dewasa. Kembali ke film Rise of Evil tentang Hitler, ditunjukkan juga kalau Hitler mengalami kekerasan ketika masa kecilnya yang kemudian berdampak sampai dia dewasa.
.
Pemikiran negatif tidak dapat dihapus hanya karena kamu berusaha untuk tersenyum dan memaksa berpikir positif atau bahagia. Malah terkadang harapan bahwa kita harus selalu bahagia jadi berujung pada ketidakbahagiaan. Si Arthur bahkan selalu dipanggil happy sama nyokapnya, diminta untuk selalu senyum, jadi badut yang kerjaannya harus tertawa dan menghibur, pun tidak bisa serta merta menghapus pikiran negatif.
.
Manusia benar-benar butuh penerimaan manusia lain.

Hati-hati dalam memperlakukan orang lain. Kita tidak pernah tahu seburuk apa hari dan kondisi psikologis seseorang. Just try to be nice to others. Jangan-jangan satu perlakuan baik kecil dari kita itu adalah segalanya buat orang lain yang menerima.
.
Joker di Film The Killing Joke : "All it takes is one bad day. That’s how far the world is from where I am, just one bad day."
Dan yang dilalui oleh Joker di film ini cuma bad day demi bad day demi bad day.
.
Kalau kamu merasa tidak dalam kondisi kesehatan mental yang baik, bahkan cenderung depresif, please urungkan niat nonton film ini. Ada resiko untuk tertrigger. Be wise.
.
Sama sekali jangan ajak anak-anak nonton (remaja pun harus penuh dengan pertimbangan dan bimbingan). You are clearly irresponsible adult if you do that.

Sumber : Status Facebook William Budiman

Wednesday, October 9, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: