Mutiara akan Tetap Indah dan Dicari

Oleh: Saefudin Achmad

 

Saya belum pernah mengenal secara langsung atau bertemu dengan Gus Baha'. Pengetahuan saya tentang beliau hanya sebatas melihat video pengajian-pengajian beliau di youtube dan facebook, serta artikel-artikel yang menjelaskan tentang sosok beliau. Namun rasanya saya tidak pernah bosan untuk menulis, membahas, serta mendiskusikan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Saya menuliskan tentang beliau dengan kapasitas sebagai pendengar pengajian-pengajiannya.

Saya melihat beliau sangat menarik. Kemunculan beliau yang cukup membuat heboh jagad Indonesia, khususnya warga nahdliyin sudah takdir Allah dan ini menjadi berkah. Dengan kondisi beliau, secara nalar sangat sulit beliau bisa sepopuler saat ini. Simak penjelasan-penjelasan berikut:

 

Pertama, Gus Baha' konon tidak memiliki akun media sosial, bahkan WatsApp. Saya belum bisa mengonfirmasi secara langsung kebenaran kabar ini. Namun kabar bahwa Gus Baha' tidak punya akun media sosial cukup kuat. Ketika banyak orang termasuk penceramah berlomba-lomba memiliki akun media sosial untuk mempopulerkan dirinya, fenomena ini tidak terjadi di Gus Baha'. Hebatnya, meskipun tak memiliki akun media sosial, fanpage, grup, tulisan, serta video-video beliau bertebaran dimana-mana. Banyak sekali pemilik channel youtube yang mendapat berkah dari memposting video pengajian Gus Baha'.

Kedua, Gus Baha' bukan orang yang gemar menata kata, maksudnya memiliki kemampuan retorika yang baik. Beliau ceramah apa adanya. Terkadang campur menggunakan bahasa jawa yang tidak semua orang mengerti. Dilihat dari sudut pandang ilmu tentang retorika dan berpidato, boleh dibilang ceramah beliau tidak terstruktur dengan baik. Beliau pun mengakui hal ini. Oleh sebab itu, beliau mengaku lebih suka mengaji berbasis kitab, lebih suka menyampaikan ilmu di antara banyak orang, dibanding ceramah biasa tanpa kitab, serta berada di mimbar.

Selain itu, ketika menjawab pertanyaan, Gus Baha' selalu menjawab apa adanya. Jika memang cukup dengan jawaban singkat, beliau akan menjawab singkat. Jika cukup pakai logika, eliau jawab pakai logika. Beliau tak menjawab secara panjang lebar dan bertele-tele disertai dengan dalil naqli agar dianggap alim.

Hebatnya, dengan cara menyampaikan ilmu yang dilihat dari ilmu retorika tidak terstruktur dengan baik, ceramah beliau tetap mampu menarik ummat untuk mendengarkan dan menyimaknya karena memang sarat dengan ilmu yang luas dan dalam. Kita merasa dapat ilmu baru yang belum pernah diketahui sebelumnya ketika mendengarkan ceramah beliau.

Ketiga, Gus Baha' adalah tipe ulama yang pemikirannya 'out of the box' dan anti mainstream. Beliau tidak sepeti kyai pada umunnya. Beliau tidak suka diundang untuk mengisi pengajian. Beliau malah lebih suka siapapun yang ingin ngaji silahkan datang ke pondoknya. Beliau menolak hadiah umroh. Beliau juga menolak tawaran seorang kaya yang ingin mendirikan pondok besar untuk beliau. Beliau adalah sosok ulama yang 'merdeka' yang tidak bisa diatur-atur.

Pemikiran beliau dalam hal agama juga sangat unik. Ketika ustadz lain menyeru untuk shalat malam, beliau malah menyeru untuk 'kelon' dengan istri alasannya 'kelon' dengan istri pahalanya besar. Ketika terkadang orang yang tongkrongan di warung pinggir jalan dicibir dan dianggap tak berguna, justru menurut beliau tetap ada manfaatnya. Kalau ada kecelakaan maka mereka yang akan menolong korban kecelakaan. Menjadi orang Islam terasa begitu mudah setelah mendengar penjelasan-penjelasan beliau.

Keempat, beliau adalah sosok yang sangat sedernaha dan apa adanya. Beliau selalu memakai kemeja putih dan sarung. Ini adalah pakaian yang melambangkan kesederhanaan. Peci hitam yang dipakai pun terkadang sudah lusuh. Cara memakai peci juga unik, yaitu sedikit memperlihatkan rambut khas santri salaf.

Uniknya, dengan penampilan yang sederhana dan ala kadaenya, sama sekali tidak mengurangi antusiasme ummat untuk mendengarkan ilmu yang beliau sampaikan. Keluasan dan kedalaman ilmu yang beliau sampaikan sanggup membuat publik terpana sehingga penampilan beliau yang sederhana sama sekali tak mengurangi antusiasme.

Kelima, beliau adalah ulama yang disegani dan dihormati ulama lain. Mbah Moen menyebut beliau sangat cerdas. Prof. Quraish Shihab dan Kyai Said juga emujinya. UAS dan UAH yang notabene ustadz kelompok di luar NU pun mengakui kehebatan beliau. Mungkin banyak yang tidak sepakat dengan pemikiran-pemikiran unik Gus Baha'. Namun saya belum pernah tahu ada ustadz yang berani secara langsung dan terbuka membantah pemikiran beliau. Beliau benar-benar disegani.

Dari sekian banyak hal-hal menarik tentang Gus Baha', saya berkesimpulan bahwa beliau adalah mutiara. Namanya mutiara sampai kapanpun akan tetap indah dan dicari banyak orang. Meskipun tampil sederhana apa adanya, meskipun tak memiliki akun media sosial, begitu tenarnya beliau saat ini adalah konsekuensi logis dari kedalaman ilmunya, sebagaimana konsekuensi logis dari mutiara yang meskipun berada di dasar lautan akan tetap diburu dan dicari orang.

Saya rasa ummat Islam khususnya warga nahdliyin sangat bersyukur muncul sosok Gus Baha' dan sekarang sudah sangat populer. Beliau bisa meneruskan estafet perjuangan ulama-ulama Indonesia yang sudah wafat.

 

(Sumber: Facebook Saefudin Achmad)

Wednesday, February 5, 2020 - 19:15
Kategori Rubrik: