Musuh Negara

Tak dilarang memang kita berteriak kencang di media, bertindak sebagai pejuang keadilan mandiri, atau memamerkan kekuatan masa untuk menunjukkan pengaruhnya, tapi jika suatu saat lisan atau jari tak terjaga karena euforia, terus mencaci maki tiada henti, apalagi menebar provokasi kebencian dimana-mana, maka bukan tak mungkin kita akan menjadi salah satu “musuh negara”.
.
Di negara ini, kita bebas mengkritik negara sepuasnya, tapi jika kita melampaui batas dan sudah diperingatkan atas pelanggaran batas tersebut, namun mengabaikan dan tetap melakukan hal yang sama, itu sama seolah kita seperti sedang ‘mengejek’ negara.
.
Negara tidak punya batas sabar, penguasa yang punya. Negara bisa melakukan apapun untuk menunjukan supremasinya, dengan atau tanpa perintah penguasa.
.
Kita boleh saja mengatakan tidak takut, karena merasa selalu berada di lajur kebenaran, tapi naif jika hidup dengan cara itu membahagiakan kita. Hidup yang penuh benci adalah penderitaan tiada akhir.
.
Berpolitiklah jika menurut kita itu perlu, buat partai atau gabung partai yang sudah ada, menangkan hati rakyat, ubah cara pandang tentang kekuasaan, jadikan negara ini lebih baik sesuai nilai-nilai idelisme yang selama ini diperjuangkan, satukan negara ini dengan merajut persamaan, bukan dengan membentangkan perbedaan. Negara ini akan maju dengan cara yang membanggakan!

Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyanto

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *