Munaslub Golkar dan Pelemahan KMP

 Oleh : Muhammad AS Hikam

Dalam acara talkshow di CNN TV Indonesia tadi malam (14/5/106) bersama manatan anggota DPR dari Golkar, Poempida Hidayatullah (PH), saya memberikan analisa menenai Munaslub Giolkar yg sedang berlangsung di Bali. Hemat saya, Munaslub Golkar mempunyai arti politik yang penting bagi elite partai berlambang beringin dan Pemerintah Presiden Jokowi (PJ). Bagi Golkar, Munsalub ini akan menjadi ajang pemilihan Ketum baru dan upaya rekonsiliasi setelah lebih dari setahun mengalami konflik internal. Bagi PJ, siapapun Ketum yg dihasilkan oleh Munaslub ini sudah hampir pasti akan menjadi pendukung Pemerintah dan tidak lagi menjadi bagian dari KMP.

Siapa yg paling berpeluang memenangi posisi Ketum? Saya mengatakan bahwa tidak akan ada kejutan dalam arti akan ada perubahan signifikan dari pemimpin yg dihasilkan Munaslub. Kemungkinan besar hanya dua orang yg unggul, yaitu Setya Novanto (SN) atau Ade Komarudin (AK). Kalaupun ada kuda hitam, tampaknya tidak akan mampu mengalahkan keduanya. Dari kedua orang itu, SN juga lebih unggul karena beberapa alasan: 1) SN didukung kekuatan uang yg sangat kuat; 2) SN memiliki jejaring bisnis pada level nasional dan internasional; 3) SN ditopang oleh elit Golkar seperti ARB dan Luhut; dan 4) Jika Pemilihan Presiden 2019 SN maju, akan lebih mudah dikalahkan oleh PJ. (http://nasional.kompas.com/…/Tanpa.Novanto.7.Calon.Ketum.Go…)

Secara politik makro, dengan Munaslub ini yang paling diuntungkan tentu PJ karena belieu kembali berhasil melemahkan KMP, setelah PAN dan PPP menjadi pendukung Pemerintah. Dg masuknya Golkar kedalam barisan Pemerintah, maka secara de fakto KMP hanya tinggal Gerindra dan PKS. Partai Demokrat (PD) tidak akan menjadi ancaman berarti di Parlemen karena partai ini bersikap 'independen' yg cenderung mengikuti kebijakan Pemerintah PJ juga.** (ak)

Sumber : Facebook Muhammad AS Hikam

Monday, May 16, 2016 - 09:00
Kategori Rubrik: