MUI Dukung Polri Amankan Natal

REDAKSIINDONESIA-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maaruf Amin memimpin Konferensi Pers terkait pemakaian atribut Natal, di aula lantai empat kantor MUI, Jalan Proklamasi No. 53 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/12) pukul 12.30 WIB.

Dalam kesempatannya, KH. Maaruf Amin mengatakan saat perayaan Natal dan tahun baru 2018, segenap umat Islam menginginkan situasi yang aman dan nyaman dengan mendukung Polri berkoordinasi dengan pemuda Islam agar meniadakan sweeping.

 

 

 

“Dalam penggantian tahun baru nantinya kami segenap umat Islam menginginkan Kegiatan kondusif dan kita sebagai umat Islam harus menghormati agama lain yaitu umat Kristiani, dan juga adanya perihal larangan memakai atribut Natal pada karyawannya dan akhirnya kita bersama dengan pihak terkait khususnya Polri juga berkoordinasi supaya umat Islam maupun pemuda Islam agar tidak melakukan aksi sweeping, karena yang berhak melakukan itu adalah pihak kepolisian, kami juga mengharapkan supaya Kegiatan harus berlangsung kondusif” jelas KH. Maaruf Amin.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan jika masih ada ormas yang melakukan sweeping maka akan langusng berhadapan dnegan pihak kepolisian.

“Natal dan tahun baru MUI melarang  adanya sweeping oleh ormas , jikalau memang ada maka akan berhadapan langsung dengan pihak kepolisian.” tegasnya.

Sedangkan Sekjen MUI, Dr. H. Anwar Abbas, MM, MAg. juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“MUI menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus berusaha menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang tidak muai dan tidak sejalan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945, agar bangsa ini tetap dapat berdiri kuat dan kokoh sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu terciptanya negeri yang indah, aman dan damai serta rakyatnya hidup dalam kesejahteraan dan keadilan serta dilindungi oleh Allah SWT dapat terwujud dan tercapai” jelas Dr. H. Anwar Abbas.

A

Monday, December 25, 2017 - 00:30
Kategori Rubrik: