MUI dan Isu Agama

ilustrasi

Oleh : Tito Gatsu

Bila merujuk pada UUD 45 yang dibangun oleh Founding Father Kita begitu banyak penyelewengan yang dilakukan para elite politik Kita , seharusnya Kita sebagai warga Negara berpikir secara obyektif Dan bukan memutar balikan fakta dengan seolah-olah Umat Agama tertentu teraniaya! , Apanya yang teraniaya ? Kita punya MUI yang seharusnya menjadi regulator, sebenarnya MUI didirikan Pemerintah Orde Baru sebagai corong Pemerintah setelah dua Ormas Islam besar NU dan Muhamadiyah dilarang untuk berpolitik. Dan alat rujukan atau legitimasi pemerintah untuk menyelaraskan dengan isi UUD 45 dan merupakan penjelasan dari Pancasila sesuai pasal 29

"Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."

Dulu pasal ini dijadikan alat orde baru untuk menyerang PKI yang diberi stigma tidak mengakui Tuhan Dan kejam Dan menjadi alat ampuh melakukan pembunuhan masal , agama memang alat yang ampuh untuk melakukan pembunuhan masal (lihat kekejaman ISIS di Timur Tengah Serta beberapa kasus Terorisme) Karena orang mabuk agama akan lupa dengan kemanusiaan.

Tapi semenjak Tahun 2004 (Masa Pemerintah SBY) Fungsi MUI sebagai regulator Islam di Indonesiapun mulai menghilang bahkan lembaga ini hanya berfungsi sebagai lembaga pencetak label halal bagi perusahaan yang akan membuka industri makanan di Indonesia dengan kriteria yang kurang transparan.
Bahkan ketika pada tahun 2017 mencetak Fatwa Haram bagi non Muslim memimpin DKI dan pencetak label kasus penistaan agama.(dalam suatu skenario yang dikenal dengan peristiwa lebaran kuda 

Hmm sungguh miris permainan politik di negri ini yang dirancang oleh para elit politik bahkan saya pribadi punya anggapan bahwa kekuatan "Islam garis tengah" ini memang dirancang untuk menyelamatkan dan melanggengkan kekuasaan dinasti cendana dan cikeas karena terbukti secara jelas mereka punya ambisi politik , Cendana dengan berbagai proxinya yang sering Kita lihat di Medsos mengadakan rapat-rapat Dan koordinasi dengan sekelompok keturunan Arab Dan PA 212 bahkan mereka mendirikan partai Berkarya setelah Golkar mengatakan mendukung Pemerintah dan SBY memberikan suksesi ketua umum partai demokrat kepada anaknya AHY .

Seperti kita ketahui pada Pemerintahan SBY yang boleh dibilang pembangunan saat itu tidak berjalan dengan baik , korupsi bahkan meliputi para kader hingga ketua umum partai termasuk para ketua Partai pengusungnya , antara lain Ketum PKS LHI, Ketum PPP SDA bahkan Ketum Partai Demokrat sendiri AU, ditambah jajaran mentrinya ramai-ramai masuk Bui , pada Pemerintahan SBY ini dirangkul semua dai dan Ormas Islam melalui yayasan dan pengajian Darusalam banyak Ormas tak jelas yang dibiayai dari APBN .
Bahkan FPI atau HRS yang awalnya bersebranganpun dirangkul dengan tujuan perolehan suara pada periode kedua beliau menjabat dan menyiapkan untuk regenerasi bagi putranya.

Tapi rakyat dan Tuhan memang tak Pernah bisa ditipu Karena AHY memang belum siap untuk menjadi pemimpin , kubu Gerindra dan PKS malah mendapatkan keuntungan dengan menjadikan Anies sebagai Gubernur DKI.
Jadi sampai kapan isyu agama ini akan dimainkan tergantung kekuatan modal para dinasti itu mampu memodali mereka yang terus akan melanggar UUD 45 dengan memaksakan argumentasi Bela agama karena jelas sebenarnya digunakan untuk alat kekuasaan mereka memenuhi ambisinya .

Rupanya episode kemarin masih berlanjut dengan mulai dimainkan oleh para oportunis yang selalu gagal menggoyang pemerintahan, sekarang mantan ketua umumnya Sudah jadi Wapres dan ada dalam pemerintahan Kita liat saja apa yang terjadi dengan MUI selanjutnya.

Semoga Umat Islam semakin cerdas dan tidak mudah terprofokasi hal-hal yang justru merugikan umat islam itu sendiri dan NKRI serta tentunya menjaga kerukunan beragama dengan kembali kepada Pancasila Dan UUD 45.

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu

 

Thursday, September 10, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: