Monas Gundul demi Formula E, Cara Cerdas Abas Hamburkan Uang Rakyat

Oleh:  Rudi S Kamri

"Warga Montreal sudah jelas tak mau uangnya dibuang lagi untuk proyek yang tak berguna buat mereka. Mei tahun lalu (2017), penyelenggara langsung mengalami gangguan finansial yang hebat," kata Walikota Montreal Valerie Plante seperti dikutip CBC.

Ucapan di atas lahir dari seorang pemimpin yang peduli dengan rakyat. Tapi masalahnya Valerie Plante bukan Anies Baswedan (ABas). Plante adalah pemimpin kota yang bijaksana dan tahu pasti bagaimana harus mengelola uang rakyat. Sedangkan ABas adalah seorang pemimpin yang pintar memainkan kata dan tahu pasti bagaimana dengan cerdas menghamburkan uang rakyat seenak dan semau sendiri.

 

Lucunya DPRD DKI Jakarta (minus Fraksi PSI) seperti sekumpulan kerbau dicucuk hidungnya. Mereka manut aja menyetujui uang Rp 1,6 Triliun dipakai untuk kebutuhan yang tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta. Coba bandingkan dengan Montreal Kanada yang hanya membuang anggaran Rp 486,5 Miliar untuk tuan rumah Formula E. Itu pun tahun berikutnya langsung dibatalkan oleh Walikota yang baru karena alasan tidak mau melakukan pemborosan yang tidak perlu. Sedangkan ABas seenak udelnya menganggarkan dana hampir 4x lipat dibanding Montreal. Entah dia dikadali oleh CEO Formula E Alejandro Agag atau dia memang sengaja menggunakan alokasi dana tersebut sebagai ladang korupsi.

Kelakuan ABas dan kroni-kroninya semakin gila merajalela. Untuk memenuhi syahwat nafsunya, mereka dengan brutal membabat sekitar 190 pohon di Monas untuk keperluan pembangunan paddock Formula E. Monas jadi gundul meranggas gersang. ABas secara koplak mengurangi ruang terbuka hijau yang berguna untuk resapan air. Jadi jangan heran kalau Jakarta tetap tidak akan bisa mengatasi banjir. Karena pada dasarnya ABas dan kroni-kroninya tidak pernah serius melakukan tindakan antisipasi banjir.

Saya berharap Pemerintah Pusat cq Kementerian Dalam Negeri harus berani bertindak tegas. Uang rakyat Jakarta harus dicegah dibuang percuma untuk Formula E. Mudah-mudahan Mendagri Tito Karnavian tidak mengikuti jalan sesat yang dilakukan Menteri Agama yang justru memberi penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Kalau Presiden dan Mendagri serta DPRD DKI Jakarta membiarkan Abas merusak Monas dan menghamburkan uang rakyat, saya berharap warga Jakarta segera melakukan Class Action untuk mencegah Gubernur DKI Jakarta melakukan penghamburan dana untuk Formula E. Manusia ini harus dicegah melakukan tindakan semena-mena. Dia harus dipaksa fokus melayani rakyat Jakarta. Jangan dibalik, rakyat Jakarta yang harus melayani kepekokannya.

#BatalkanFormulaEJakarta

Salam SATU Indonesia
19012020

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Wednesday, January 22, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: