Modus Jual Beli Data Pribadi

ilustrasi

Oleh : Sunardian Wirodono

Di jaman eforia medsos, berkembang pula kejahatan dengan modus memanfaatkan data pribadi kita di internet.

(1) Pelaku kejahatan membuat akun di suatu situs jual beli, berpura-pura menjadi pembeli. Pelaku meminta foto KTP dari pemilik akun penjual yang dituju, dengan alasan untuk menghindari adanya penipuan.

(2) Pelaku kejahatan membuka situs lowongan pekerjaan. Dengan begitu pelaku akan mudah mengumpulkan data diri dari para pelamar.

(3) Pekaku kejahatan (dengan modus nomor 2, dan lainnya), bisa mendapatkan data melalui aplikasi bernama Cek KTP.

(4) Pelaku kejatan bisa pula melakukan modus kejahatannya melalui pesan singkat atau SMS yang menawarkan pinjaman uang. Mereka yang tertarik dengan tawaran itu, tentunya akan dimintai foto KTP dan data diri lainnya.

(5) Pelaku kejahatan konvensional, pergi ke kampung-kampung dengan dalih menawarkan bantuan beras atau sembako lainnya. Setelah itu masyarakat akan diminta seluruh data diri mulai dari KTP hingga KK.

Menurut Hendra Hendrawan melalui tuitan di akunnya @hendralm (seperti kemudian dikutip kompasdotcom (2/8), pelaku kejahatan jual beli data KTP dan KK ini ada yang memiliki hingga jutaan data. Jadi, tiati bermedsos atau main-main via internet.

Sumber : Status Facebook Sunardian Wirodono

Saturday, August 3, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: