MMA, Tinju Dan Pemilu

ilustrasi
Oleh : Eddy Sinang Trenggono
 
Salah satu.olahraga favorit saya adalah MMA ( Mix Martial Art ) dan Tinju. 
Olahraga yg seolah terlihat sangat keras dan 'kejam' tetapi mengandung sportivitas yang sangat tinggi.
Olahraga yg terlihat penuh dengan agresivitas dan berbahaya, tetapi perkiraan saya tingkat kematian di ring tinju atau ring MMA masih lebih rendah daripada tingkat kematian olahraga mendaki gunung atau balap motor.
 
Olahraga MMA dan Tinju , diatur dengan peraturan yang ketat.Semua atlit sangat wajib mematuhi.
Ketika bel berbunyi masing masing diperbolehkan saling menyerang dan menghantam lawan, tetapi ketika bel istirahat /break berbunyi sangat dilarang atlet melakukan serangan sekecil apapun , bahkan pukulan yang sudah "on the way " ketubuh lawan harus dihentikan saat itu juga.
Pelanggaran atas hal tersebut akan diberi sangsi keras. 
Di pemilu pelanggaran pelanggaran saat kampanye seolah sudah lazim dilakukan.
Bagaimana penghormatan terhadap wasit ? Manusia sekuat dan sehebat Mike Tyson pun wajib patuh pada wasit yang badannya sekurus apapun. Hampir dikata sangat jarang seorang atlet tinju atau MMA berani menghina dan melawan Wasit. 
Perintah wasit diatas ring merupakan sesuatu yg sangat wajib ia patuhi lebih dari kepatuhannya pada sang oelatih. 
Perkataan ,sikap atau perilaku yg dianggap menghina wasit bisa menyebabkan akhir dari karirnya. 
Di Pemilu pihak penyelenggara Pemilu , KPU dan Bawaslu sering jadi obyek penghinaan dan ejekan. Bahkan sikap tidak mempercayai KPU juga muncul. Di olahraga MMA dan Tinju, tidak mungkin atlit tidak menaruh kepercayaan pada wasit.
Bagaimana penghormatan atlit MMA dan tinju terhadap lawannya. Bila saat bertanding dimulai masing masing atlit boleh saling menyerang dalam batas yang diperbolehkan peraturan. Dalam pertandingan MMA lebih longgar drpada  tinju,tetapi tetap ada bagian yang dilarang utk diserang. 
Sesuatu yg luarbiasa dari pertandingan MMA dan tinju adalah, ketika waktu bertanding mereka seolah saling ingin membunuh, tetapi pada saat bel akhir berbunyi ,sekejap hilang sudah perilaku saling serang , kedua pihak akan saling rangkul ,peluk atau saling membungkuk menghargai satu sama lain.
Di pemilu  sikap penghinaan dan pelecehan terhadap lawan seolah merupakan hak yang lumrah dilakukan.
 
Di Tinju dan MMA apapun keputusan wasit sebagian besar akan dipatuhi sang atlit. Sangat sangat jarang atlet bersikap melawan secara fisik kepada  wasit karena tidak puas. Protes akan dilakukan pihak tim pelatih secara administratif kepada Panitya dan Komite pertandingan. 
Itulah keindahan dari olahraga yg terlihat seperti keras dan brutal , tetapi pada hakekatnya lebih sportif dan lebih ksatria daripada suatu kegiatan Pemilu.
Di dunia olahraga Tinju dan MMA para juara juara yg legendaris pada umumnya adalah atlit atlit yang sangat sportif ,ksatria dan selalu respek pada lawan lawannya.
 
Sumber : Status 
Wednesday, June 19, 2019 - 20:00
Kategori Rubrik: