MLA, Nyemplung, Nyelam dan Duit Soeharto Terlihat?

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

Sepertinya pemerintahan Jokowi benar-benar serius dalam usahanya mengusut dana-dana milik WNI yang indikasi jumlahnya, luar biasa besar dan terparkir dalam banyak institusi keuangan di banyak negara.

MLA atau perjanjian bantuan hukum timbal balik yang kemudian dibuat menjadi undang-undang adalah salah satu cara agar negara memiliki tools ketika ingin membuat uang itu dapat dicari, disita dan kemudian dipulangkan.

Dengan negara Swiss, menurut rencana akan di tandatangani dan di undangkan oleh DPR 14 juli mendatang.

Dengan 8 negara yang lain, sudah.

UEA, Tiongkok, Australia, Korsel, Hongkong, Asean, India dan Vietnam adalah negara-negara dimana perjanjian itu sudah disepakati bersama.

"Emang duitnya siapa saja sih?"

Ibarat gunung es, apa yang tampak adalah sangat-sangat sebagian dibandingkan dengan apa yang tak terlihat. Dia terendam dalam air karena beratnya.

Dekatin es tersebut, nyemplung, nyelam, baru kita kaget dengan besarnya es yang tak tampak ketika kita dipermukaan. Itulah gambaran sederhana bagaimana negara akan bergerak. Untuk itu pulalah MLA perlu diundangkan.

MLA dibuat sebagai "salah satu" tools agar kita memiliki cara untuk mendekat, nyemplung, nyelam, kaget, trus tarik es yang gak keliatan itu untuk dibawa pulang.

Menurut majalah TIMES, Soeharto dan keenam anaknya masih memiliki kekayaan dengan perkiraan secara konservatif adalah US $15 miliar dalam bentuk tunai, saham, aset perusahaan, real estate, perhiasan, dan seni rupa.

Termasuk karya-karya pelukis papan atas Indonesia Affandi dan Basoeki Abdullah yang dikoleksi putri tengah Soeharto.

"Maksudnya US $15 miliar itu hanya yang terlihat? Trus apa ukurannya koq gampang banget tuduh ada yang tenggelam? Emang 30 tahun jadi Presiden ga dapat gajian apa??"

Kalau 15 milar dolar adalah hasil kerja menjadi presiden selama 30 tahun, secara sederhana, satu tahun adalah 500 juta dolar. Satu bulan, gampangnya 40 juta dolar saja deh.

LHKPN Jokowi pada 2014 adalah Rp 30,07 miliar dan setelah lima tahun menjadi Presiden kekayaan dia adalah Rp 54,71 miliar (sesuai LHKPN 2019). Ada tambahan kekayaan Rp 24,64 miliar.

Jika dibagi 5 tahun, dalam 1 tahun Jokowi menambah kekayaan sekitar Rp 4,8 miliar dan sebulan adalah Rp 400 juta. Itu dengan anggapan Jokowi tak memiliki penghasilan lain selain pendapatannya sebagai Presiden.

Sementara, pertama kali Soeharto menjabat sebagai Presiden saat menggantikan Soekarno, Soeharto juga bukan pengusaha yang direkening pribadinya sudah tersimpan harta luar biasa.

Dia seorang militer yang dengan mudah dapat dihitung berapa penghasilan dan jumlah kekayaannya.

Kalau toh dia pernah dianggap berduit, informasi bahwa dia pernah kehilangan jabatan saat di Divisi Diponegoro tahun 1959 adalah karena dugaan sebuah kasus penyelundupan gula ditahun 1950an yang diduga pernah dilakukannya.

Dan yang paling menggambarkan bagaimana kekayaan Soeharto persis sebelum dia menjadi Presiden adalah, Soeharto tinggal di sebuah bungalow sederhana di Menteng, Jakarta dan mengendarai Ford Galaxy buatan tahun 1964. Dia belum kaya.

"Lah kenapa dibandinginya cuma sama Jokowi?? Emang Indonesia Presidennya cuma Soeharto dan Jokowi doang?"

Itu bukan perbandingan yang akan dijadikan acuan, itu hanya hitung-hitungan kasar secara nalar saja.

Sama-sama menjabat Presiden, sama-sama sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu acuan penghasilan atau pendapatan seharusnya tak akan "njomplang".

Berangkat dari kondisi itu, bila apa yang tampak pada permukaan saja sudah sangat membuat curiga, kenapa negara tak mencoba untuk mendekat, nyemplung, dan menyelam?

Fasilitas untuk itu semua, sudah dan sedang negara buat bersama banyak negara yang lain didunia. MLA sebagai tools, adalah cara negara untuk dapat maju beberapa langkah demi sesuatu yang kemarin sangat sulit dilacak.

Kaget karena akhirnya negara dapat melihat dengan jelas apa yang kemarin tak tampak dari permukaan, menarik pulang dan kemudian mempergunakan apa yang menjadi milik rakyat demi kepentingan rakyat adalah apa yang harus negara lakukan.
.
.
.
Rahayu
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Friday, July 10, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: